Komisaris PT Softorb Kembali Diperiksa KPK

    Faisal Abdalla - 06 September 2019 13:02 WIB
    Komisaris PT Softorb Kembali Diperiksa KPK
    Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Komisaris PT Softorb Technology Indonesia, Mudji Rachmat Kurniawan. Mudji dipanggil terkait kasus korupsi pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el). 

    "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka PLS (Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos)," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, ketika dikonfirmasi, Jumat, 6 September 2019. 

    Mudji bukan kali pertama diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi KTP-el. Dia tercatat pernah dipanggil sebagai saksi untuk pelaku lainya, yakni Direktur PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

    "Keterangan saksi dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Paulus,” tegas Febri.

    Paulus merupakan satu dari empat tersangka baru kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP-el. Selain Paulus, Komisi Antirasuah juga menetapkan mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani, Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI) Isnu Edhi Wijaya, dan PNS Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Husni Fahmi sebagai tersangka.

    Penetapan keempatnya sebagai tersangka merupakan pengembangan perkara sebelumnya. KPK telah memproses 14 orang dalam perkara dugaan korupsi KTP-el.

    Miriam, Isnu, Husni, dan Paulus Tannos disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor‎ sebagaimana telah diubah dengan UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id