comscore

Sempat Ditunda, Vonis Angin Prayitno Aji Digelar Hari ini

Fachri Audhia Hafiez - 04 Februari 2022 07:00 WIB
Sempat Ditunda, Vonis Angin Prayitno Aji Digelar Hari ini
Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Angin Prayitno Aji (kanan), di Pengadilan Tipikor/MI Susanto
Jakarta: Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menggelar sidang vonis dua terdakwa kasus dugaan korupsi rekayasa penghitungan pajak hari ini, 4 Februari 2022. Sidang tersebut sempat ditunda pada Kamis, 3 Februari 2022.

Kedua terdakwa adalah mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Angin Prayitno Aji, dan eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani.
Sidang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang rencananya digelar pukul 14.00 WIB.

Baca: Sidang Vonis Angin Prayitno Ditunda

"Sidang pembacaan putusan hari ini di ruang Muhammad Hatta Ali," tulis laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakpus, Jumat, 4 Februari 2022.

Majelis hakim melakukan penundaan lantaran musyawarah dalam menyusun amar putusan belum tuntas. Hal ini dipengaruhi adanya kebijakan 'lockdown' di pengadilan pada 28-31 Januari 2022.

"Para hakim pada pulang ke daerah masing-masing. Jadi musyawarahnya belum tuntas," ucap Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri saat persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 3 Februari 2022.

Pada perkara ini, Angin dituntut hukuman penjara sembilan tahun serta denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Sedangkan, Dadan dituntut enam tahun bui serta denda Rp350 juta subsider lima bulan kurungan.

Keduanya juga dikenakan membayar uang pengganti sejumlah Rp3,375 miliar. Lalu, SGD 1.095.000 atau sekitar Rp11,198 miliar bila dihitung dengan kurs tahun 2019 yakni Rp10.227 per dolar Singapura. Sehingga, total yang mesti dibayar Rp14,573 miliar.

Angin dan Dadan dinilai terbukti menerima suap sebesar Rp15 miliar dan SGD4 juta (sekitar Rp42,1 miliar) terkait hasil rekayasa penghitungan pajak. Perbuatan itu juga dilakukan bersama-sama tim pemeriksa pajak dari Ditjen Pajak yakni, Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, Yulmanizar, dan Febrian.

Mereka merekayasa hasil penghitungan pajak pada wajib pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP) untuk tahun pajak 2016. Lalu, wajib pajak PT Panin Bank tahun pajak 2016 dan PT Jhonlin Baratama (JB) untuk tahun pajak 2016 dan 2017.

Angin dan Dadan dituntut melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id