comscore

Bupati Langkat Bela Diri Sebut Kerangkeng Manusia Tempat Pembinaan Ormas

Candra Yuri Nuralam - 07 Februari 2022 21:15 WIB
Bupati Langkat Bela Diri Sebut Kerangkeng Manusia Tempat Pembinaan Ormas
Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin/Medcom.id/Candra
Jakarta: Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin membantah jeruji besi di rumahnya merupakan kerangkeng manusia. Dia menyebut tempat itu sebagai fasilitas pembinaan.

"Itu bukan kerangkeng manusia. Itu tempat pembinaan," kata Terbit di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 7 Februari 2022.
Terbit mengeklaim tempat itu dibuat untuk pembinaan organisasi Pemuda Pancasila di lingkungannya. Fasilitas tersebut befungsi menghilangkan sikap adiksi anggota Pemuda Pancasila yang kecanduan narkoba.

"Organisasi sendiri saya sebagai tokoh Pemuda Pancasila. Supaya bisa menghilangkan pecandu narkoba," ujar Terbit.

Baca: Korban Meninggal di Kerangkeng Bupati Langkat Diduga Lebih dari 3 Orang

Terbit juga membantah adanya perbudakan selama masa pembinaan. Menurut dia, mereka semua disuruh bekerja di lahan sawit miliknya untuk mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik.

"Bukan dipekerjakan, hanya untuk memberikan sebagai skill, supaya menjadi keterampilan, dari situ orang itu bisa memanfaatkan di luar," tutur Terbit.

Terbit mengamini lokasi itu tidak memiliki izin untuk menjadi tempat rehabilitasi narkoba. Menurut dia, tempat itu sedari awal merupakan tempat pembinaan organisasi internal.

"Kalau izin , itu bukan rehaban, itu pembinaan. Awalnya itu pembinaan untuk organisasi," ucap Terbit.

Dia juga menyebut masyarakat tidak ada yang protes dengan tempat itu. Malah, kata dia, beberapa warga meminta keluarganya dibina di sana.

"Iya sifatnya membantu warga di sana. Tidak, ini permintaan masyarakat," kata Terbit.

Sebelumnya, dugaan adanya kekerasan dalam kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin makin kuat. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan alat untuk menyiksa di kerangkeng itu.
 
"Kami menemukan adanya kekerasan, bentuk kekerasan, pola kekerasan, sampai alat kekerasannya (alat penyiksa)," kata Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 7 Februari 2022.
 
Anam enggan memerinci alat dan pola kekerasan yang ditemukan pihaknya. Temuan itu bakal didalami dan ditanyakan kepada Terbit.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id