comscore

Pejabat Ditjen Pajak Wawan Ridwan Didakwa Mencuci Uang Bersama Anak

Fachri Audhia Hafiez - 26 Januari 2022 20:01 WIB
Pejabat Ditjen Pajak Wawan Ridwan Didakwa Mencuci Uang Bersama Anak
Sidang pembacaan dakwaan Dua pejabat pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Pejabat pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Wawan Ridwan, turut didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Tindakan itu salah satunya dilakukan bersama anaknya, Muhammad Farsha Kautsar.

"Telah melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri. Sehingga, merupakan beberapa kejahatan," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Asri Irwan saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Januari 2022.
Menurut Asri, terdapat sejumlah cara yang dilakukan Wawan untuk menyamarkan asal usul kekayaannya tersebut. Salah satunya, mengubah bentuk atau menukarkan dengan mata uang.

Wawan meminta Farsha menukarkan uang senilai Rp8,8 miliar. Perbuatan itu dilakukan sejak 2 Januari 2019 hingga 12 Agustus 2020.

Lalu, Wawan meminta Farsha melakukan penukaran mata uang asing ke rupiah sebesar Rp50 juta pada 21 Januari 2019. Kemudian, Farsha juga disuruh melakukan setor tunai ke rekening Bank Mandiri senilai Rp1,2 miliar pada 28 Januari sampai 29 April 2019.

Wawan dan Farsha juga membelanjakan serta melakukan transfer kepada sejumlah pihak. Keduanya mentransfer Rp888,8 juta untuk membeli jam tangan serta Rp1,3 miliar untuk memboyong mobil Outlander dan Mercedes Benz C300 Coupe.

Berikutnya, membeli tiket dan hotel melalui PT Trinusa Travelindo (Traveloka) sejumlah Rp987,2 juta. Pembelian valuta asing sebesar Rp300 juta di PT Dolarindo Intravalas pada 23 Mei 2019.

Kemudian, melakukan transfer sebanyak 21 kali kepada teman dekat Farsha, Siwi Widi Purwanti, total Rp647,8 juta. Transfer ke teman kuliah Farsha, Adinda Rana, senilai Rp39,1 juta dan kepada Bimo Edwinanto sejumlah Rp296 juta.

Lalu, transfer kepada Dian Nurchayo senilai Rp509,1 juta. Uang itu berkaitan dengan kepentingan mendirikan usaha Wawan dan Farsha.

Pada perkara TPPU tersebut Wawan didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Baca: Dua Pejabat Ditjen Pajak Juga Didakwa Menerima Gratifikasi Masing-masing Rp2,4 Miliar

Jaksa juga mendakwa Wawan dengan peristiwa TPPU lainnya. Wawan menyamarkan kekayaannya dengan membeli sejumlah barang yang meliputi:
  1. Membeli mobil Honda Jazz 1.5 RS CVT MMC warna Crystal Black Pearl sebesar Rp262,5 juta.
  2. Membeli dua bidang tanah beserta bangunan yang terletak di Jalan Tubagus Ismail Dalam VIII No.6 Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, sejumlah Rp2,8 miliar.
  3. Membeli satu unit rumah yang beralamat di Jalan Mawaddah XII Blok N 7 Nomor 7 Islamic Village Karawaci RT 008 RW 014, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, sebesar Rp1,3 miliar
  4. Membeli satu bidang tanah di
  5. Kampung Jaura Desa Muaraciujung Timur Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten
  6. Lebak sebesar Rp252,4 juta
  7. Membeli satu unit mobil Honda All New CRV Turbo 1.5 Prestige warna Crystal Black Pearl sebesar Rp509,3 juta.
Pada perkara tersebut, Wawan didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, Wawan dan beserta pejabat Ditjen Pajak lainnya, Alfred simanjuntak, didakwa menerima suap total SG$1.212.500 atau senilai Rp12,9 miliar. Keduanya kecipratan fulus setelah merekayasa hasil penghitungan tiga wajib pajak. Keduanya masing-masing menerima SG$606,250 (sekitar Rp6,4 miliar).

Keduanya juga didakwa menerima gratifikasi masing-masing Rp2,4 miliar. Fulus itu diterima dari sembilan wajib pajak.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id