• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 17 AGUSTUS 2018 terkumpul RP 12.592.985.909

Boyamin Saiman jadi Saksi Meringankan Fredrich

Damar Iradat - 11 Mei 2018 19:21 wib
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Terdakwa Fredrich Yunadi menghadirkan dua saksi meringankan dalam sidang lanjutan perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el. Salah satu saksi meringankan yang dihadirkan kubu Fredrich yakni Boyamin Saiman. 

Boyamin selaku Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengaku sempat bersebrangan dengan Fredrich, bahkan bisa dibilang bermusuhan. "Malah sebelumnya musuh, Yang Mulia," kata Boyamin kepada majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Mei 2018. 

Boyamin mengaku mengenal Fredrich saat keduanya beberapa kali menjadi narasumber di televisi. Saat Setya Novanto menghilang, Boyamin dan MAKI juga sempat membuat sayembara. 

Ia menjelaskan, dirinya diminta oleh keluarga Fredrich sebagai saksi meringankan. Namun, ia mengaku kehadirannya tanpa dibayar.

"Meski saya punya kantor lawyer saya belum punya izin advokat, tapi karena pernah membantu rekan advokasi yang berkaitan dengan profesinya. Supaya tidak menimbulkan fitnah, saya menjadi saksi dengan tidak bersedia menerima upah satu rupiah pun. Istri pak Yunadi juga memberikan upah tapi saya tegas menolak," tegasnya.

Selain Boyamin, kubu Fredrich juga menghadirkan saksi meringankan lainnya, yakni Retno Dahlia. Ia diketahui sebagai ibu rumah tangga.

Mantan pengacara Setya Novanto itu sebelumnya didakwa bekerja sama dengan Bimanesh untuk menghindarkan Novanto untuk diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-el. Ia disebut menyarankan agar Novanto tidak memenuhi panggilan KPK.

Fredrich diduga meminta Bimanesh untuk merekayasa hasil pemeriksaan kesehatan Novanto. Saat itu, Novanto memang tengah diburu oleh KPK lantaran tak juga memenuhi panggilan komisi antirasuah tersebut.

Atas perbuatannya, Fredrich didakwa dengan Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. 


(JMS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.