BPK Sarankan Kemenhan Menggalakkan Wajib Militer

    Kautsar Widya Prabowo - 18 Juni 2019 14:09 WIB
    BPK Sarankan Kemenhan Menggalakkan Wajib Militer
    Anggota 1 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
    Jakarta: Anggota 1 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna meminta Kementerian Pertahanan berkontribusi lebih dalam mendidik masyarakat untuk cinta tanah air. Ini bisa dilakukan dengan menggalakkan program wajib militer.

    "Sudah ada programnya, program bela negara, tapi program bela negara itu belum memadai, kita perlu program bela negara yang lebih terstruktur, sistematis, dan lebih masif, dan itu adalah wajib militer," ujar Firman di Gedung Kementerian Hukum dan Ham, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juni 2019.

    Wajib militer dianggap terobosan serius untuk dijalankan semua negara maju di dunia, seperti Amerika, China, hingga Singapura. Progeam ini dapat mencetak SDM berkompeten.

    "Wajib militer satu upaya kita upaya maksimal pendidikan bela negara, supaya orang itu setia, cinta dan membela negaranya," tutur dia. 

    Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku bentuk ancaman paling nyata dan berbahaya merpakan pola pikir. Pola pikir bisa mengubah apa pun termasuk upaya mengubah ideologi negara Indonesia, yaitu Pancasila.

    "Yang paling berbahaya yaitu ancaman terhadap mindset bangsa Indonesia yang berupaya untuk mengubah Ideologi negara bangsa Indonesia. Pancasila itu alat pemersatu, begitu alat pemersatu dipecah, ini harus dipahami. Tapi ya dia lebih banyak enggak paham gitu, enggak jelas hoaks-hoaks itu," tutur dia.

    (Baca juga: Menhan Sebut Persatuan Indonesia Ditakuti Dunia)



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id