Sekretaris Eks Dirut Perum Perindo Dipanggil KPK

    M Sholahadhin Azhar - 10 Januari 2020 11:49 WIB
    Sekretaris Eks Dirut Perum Perindo Dipanggil KPK
    Ilustrasi KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris eks Direktur Utama Perum Perindo, Yuniastin. Penyidik akan menggali keterangan Yuniastin terkait kasus dugaan korupsi kuota impor ikan pada 2019.

    "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RSU (eks Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda),” kata pelaksana tugas (plt) juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat, 10 Januari 2020.

    KPK juga memanggil Kepala Departemen Perbendaharaan dan Pembiayaan Perum Perindo, Devi Adittia. Keterangan keduanya dibutuhkan buat melengkapi berkas penyidikan Risyanto.

    KPK menetapkan Risyanto dan Direktur Utama PT Navy Arsa Sejahtera (PT NAS), Mujib Mustofa, sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor ikan pada 2019. Risyanto selaku pucuk pimpinan Perum Perindo yang berwenang mengajukan kuota impor ikan diduga membantu PT NAS mendapat proyek impor ikan.

    Kongkalikong pengurusan proyek berawal saat seorang mantan pegawai Perum Perindo mengenalkan Mujib dengan Risyanto. Mujib dan Risyanto kemudian membicarakan kebutuhan impor.

    Mujib dan Risyanto kembali bertemu pada Mei 2019. Dalam pertemuan itu, disepakati Mujib mendapat kuota impor ikan sebanyak 250 ton dari kuota impor Perum Perindo yang disetujui Kemeterian Perdagangan (Kemendag).

    Setelah 250 ton ikan diimpor PT NAS, ikan-ikan di karantina dan disimpan di cold storage milik Perum Perindo. Berdasarkan keterangan Mujib, itu dilakukan buat mengelabui otoritas berwenang agar seolah-olah Perindo yang mengimpor.

    Mujib kembali bertemu Risyanto di salah satu lounge hotel di Jakarta Selatan pada 16 September 2019. Dalam pertemuan tersebut, Risyanto menanyakan kesanggupan Mujib menyiapkan 500 ton untuk kuota impor ikan tambahan pada Oktober 2019.

    Risyanto juga menyampaikan permintaan uang US$30 ribu atau setara Rp400 juta lebih kepada Mujib buat keperluan pribadi. Risyanto meminta Mujib menyerahkan uang melalui perantara, Adhi Susilo, yang menunggu di lounge hotel.

    Risyanto dan Mujib lagi-lagi betemu di salah satu cafe di Jakarta Selatan, pada 19 September 2019. Mujib menyampaikan daftar kebutuhan impor ikan kepada Risyanto dalam bentuk tabel berisi Informasi jenis ikan dan jumlah, termasuk komitmen fee yang akan diberikan kepada pihak Perum Perindo untuk setiap kilogram ikan impor.

    Mujib selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Risyanto selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id