700 Purnawirawan TNI Jamin Penangguhan Kivlan Zen

    Siti Yona Hukmana - 17 Juli 2019 00:24 WIB
    700 Purnawirawan TNI Jamin Penangguhan Kivlan Zen
    Tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen. Foto: Medcom.id/Cindy
    Jakarta: Sebanyak 700 purnawirawan (Purn) TNI akan menjamin penangguhan penahanan tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen. Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu dinilai tak terbukti melakukan tindak pidana.

    "Sekitar 700 purnawirawan itu telah melakukan penandatanganan sebagai penjamin dalam penangguhan penahanan Pak Kivlan Zen," kata Kuasa Hukum Kivlan, Tonin Tachta kepada Medcom.id, Selasa, 16 Juli 2019. 

    Tonin mengatakan, 700 purnawirawan itu melakukan penandatangan sebagai penjamin Kivlan Selasa siang di Aula Soeryadi, kantor PPAD, Jalan Matraman Raya Nomor 114, Jakarta Timur. Di sana hadir mantan petinggi TNI.

    "Yang hadir itu ada mantan Panglima ABRI, mantan Panglima TNI, mantan Kasad TNI, tiga Mantan Hakim Agung, mantan Kepala BIN. Jadi, dari angkatan 1966 sampai angkatan 1982 datang tadi," beber Tonin.

    Tonin mengungkapkan, ke-700 pensiunan TNI ini baru mengajukan sebagai penjamin Kivlan karena meyakini Kivlan tak bersalah dalam kasus makar. Sebelumnya, mereka sempat percaya terkait tuduhan yang disangkakan kepada Kivlan.

    "Tadinya percaya dengan berita-berita di media," ungkapnya. 

    Surat permohonan penangguhan penahanan dengan 700 penjamin dari purnawirawan TNI itu akan dilayangkan ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada Jumat, 19 Juli 2019. Saat ini, dia tengah merampungkan tanda tangan tersebut. 

    "Jadi kan tadi ada yang belum bawa KTP. Kamis dilengkapi dulu semua dan tanda tangan. Maka, Jumat kami bawa ke Polda untuk sebagai penjamin. Nanti ada badan hukum TNI yang mengantarkan bersama-sama kami," pungkas Tonin. 

    Baca: Kivlan Zen Tak Kooperatif

    Mantan Kelapa Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) itu ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal pada Rabu, 29 Mei 2019. Penangkapan Kivlan disebutkan berdasarkan pengembangan dari enam tersangka kepemilikan senjata api ilegal yang sebelumnya sudah ditangkap.  Enam orang tersangka, yakni IK alias HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF.

    Enam orang tersangka ini diduga menunggangi demonstrasi penolak hasil pemilihan umum (pemilu) di Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Selasa, 21 Mei 2019, dan Rabu, 22 Mei 2019. Dari kelompok tersebut, kepolisian menyita empat senjata api ilegal. Dua senjata api di antaranya rakitan.



    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id