Sri Bintang Pamungkas Tak Merasa Bersalah

    Siti Yona Hukmana - 05 September 2019 09:28 WIB
    Sri Bintang Pamungkas Tak Merasa Bersalah
    Aktivis Sri Bintang Pamungkas. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
    Jakarta: Aktivis Sri Bintang Pamungkas mengakui ingin menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, pada 20 Oktober 2019. Dia menilai sikap itu merupakan hak politiknya.

    "Itu kan pendapat, pendapat kan boleh-boleh saja. Itu hak politik saya, hak sosial saya, hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat," kata Sri Bintang Pamungkas saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 5 September 2019. 

    Sri Bintang pun tak mau ambil pusing dengan pelaporan yang dilayangkan Persaudaraan Islam Tinghoa Indonesia (PITI) ke Polda Metro Jaya. Menurut dia, siapa pun berhak melaporkan seseorang. "Haknya dia untuk membuat laporan, hak saya untuk tidak bicara," ujar Sri Bintang.

    Ketua PITI, Ipong Hembing, melaporkan Sri Bintang ke Polda Metro Jaya, Rabu, 4 September 2019. Laporan teregistrasi dengan nomor LP TBL/5572/IX/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus. 

    Dalam laporan tersebut, Sri Bintang diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Trransaksi Elektronik (ITE), atau Pasal 160 KUHP. Dua pasal itu berkaitan dengan penyebaran informasi yang menimbulkan ujaran kebencian melalui media elektronik, dan menghasut di muka umum.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id