Kerugian Negara Akibat Korupsi Mencapai Rp168 Triliun

    Anggi Tondi Martaon - 01 Oktober 2020 14:24 WIB
    Kerugian Negara Akibat Korupsi Mencapai Rp168 Triliun
    Wakil Ketua KPK terpilih Nurul Ghufron. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat total kerugian negara akibat kasus rasuah mencapai Rp168 triliun. Kerugian ini merupakan akumulasi penanganan kasus korupsi selama 2004-2019.

    "Semenjak KPK lahir sampai sekarang itu, kerugian negara yang teridentifikasi sudah Rp168 triliun," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam Peluncuran Kuliah Online Pendidikan Antikorupsi, Kamis, 1 Oktober 2020.

    Dia menyebut total kerugian negara itu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas publik jika praktik culas tidak menggerogoti sistem ketatanegaraan Indonesia. Seperti membangun 195 gedung sekolah dasar (SD).

    "Dengan fasilitas (gedung SD) yang lumayan lengkap," kata dia.

    Baca: KPK Sebut Penegak Hukum Belum Senada Jerat Koruptor

    Kerugian negara akibat korupsi selama 2004-2019 itu juga bisa dimanfaatkan untuk membiayai pendidikan siswa 3,36 juta siswa Indonesia. Mulai dari SD hingga perguruan tinggi.

    Kerugian negara sebanyak Rp168 triliun itu juga bisa memodali 33,6 juta kepala keluarga. Masing-masing mendapat bantuan modal sebesar Rp5 juta.

    Tak hanya itu, kata Nurul, kerugian negara itu bahkan bisa memperbaiki 21.313 kilometer jalan kabupaten/kota. Termasuk, 2.468 kilometer jalan provinsi yang rusak.

    Terakhir, kerugian negara itu bisa digunakan untuk membangun sarana listrik 5.040 desa terpencil. "Ini bayangannya kalau kita mampu menghabiskan atau menyelamatkan praktik ketatanegaraan kita dari korupsi," ujar dia.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id