Kasus Rizieq Disebut Bukan Ranah Praperadilan

    Candra Yuri Nuralam - 05 Januari 2021 16:55 WIB
    Kasus Rizieq Disebut Bukan Ranah Praperadilan
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Polisi menyangsikan permintaan peninjauan penetapan tersangka dan penahanan Muhammad Rizieq Shihab di kasus pelanggaran protokol kesehatan. Sebab hal tersebut bukan ranah praperadilan.

    "Karena materi pokok perkara bukanlah jangkauan lembaga praperadilan," kata salah satu tim Kuasa Hukum Polda Metro Jaya saat membacakan jawaban termohon di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 5 Januari 2020.

    Menurut polisi, praperadilan hanya bisa dilakukan untuk pembuktian administratif. Praperadilan bukan untuk kasus yang masih di tingkat penyidikan. 

    Hal tersebut sesuai Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016. Praperadilan dilakukan untuk menguji penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan, penetapan tersangka, ganti kerugian, dan biaya administrasi bagi seseorang yang perkaranya dihentikan dalam tingkat penyidikan atau penuntutan.

    Baca: Rizieq Ajak Masyarakat ke Pernikahan Anaknya Melalui YouTube

    Proses penyidikan kasus Rizieq masih berjalan. Sehingga, praperadilan belum bisa dilakukan. Selain itu, Rizieq juga masih bisa ditetapkan sebagai tersangka jika polisi kalah dalam praperadilan.

    Pasalnya, pembatalan status tersangka tak mengaburkan kewenangan penyidik untuk mencari dua alat bukti baru yang berkaitan dengan materi perkara.

    Rizieq Shihab melalui kuasa hukumnya mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Praperadilan terkait penahanan Rizieq serta penetapan tersangka terhadap lima anggota FPI yang terjerat kasus pelanggaran protokol kesehatan.
     
    Permohonan praperadilan itu terdaftar dengan nomor register 150/Pid.Pra/2020/PN.Jkt.Sel. Salah satu tergugat dalam permohonan itu, yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id