Pelaku Penipuan Bermodus SMS Menang Undian Ditangkap

    Siti Yona Hukmana - 01 Maret 2021 19:43 WIB
    Pelaku Penipuan Bermodus SMS Menang Undian Ditangkap
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya/Medcom.id/Yona.



    Jakarta: Polisi mengungkap kasus penipuan dan penggelapan melalui modus short message service (SMS) menang undian. Sebanyak dua pelaku inisial HS dan U ditangkap. 

    "Tangkap yang bersangkutan di daerah Pondok Jaya, Tangerang, pada Sabtu, 20 Februari 2021," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 1 Maret 2021. 






    Yusri menuturkan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Kemudian, penyidik melakukan penyelidikan dan menemukan fakta bahwa pelaku merupakan kelompok Sulawesi Selatan (Sulsel).

    Yusri menyebut kasus ini sama dengan modus penipuan yang viral sebelumnya. Kasus itu meliputi 'mama minta pulsa', 'anak anda kecelakaan', dan lain sebagainya. Penipuan dilakukan melalui SMS maupun telepon. 

    "Pelaku-pelaku dengan modus seperti ini hampir rata-rara di daerah Sulawesi. Mereka belajar otodidak, baik dalam bentuk SMS atau telepon," ungkap Yusri. 

    Lebih lanjut, Yusri mengatakan kedua pelaku memiliki peran yang berbeda. HS menjalankan aksi penipuan, sedangkan U menyiapkan nomor rekening. 

    Yusri menyebut HS mencari nomor telepon korban secara acak menggunakan sebuah program. Kemudian, dia menjalankan aksi penipuan menggunakan modem yang telah diisi kartu GSM. Total ada 20 modem yang disiapkan pelaku. 

    "Makanya, kalau ada yang balas sms itu tidak bisa atau mau telepon kembali enggak bisa, karena memang sistemnya menggunakan modem," ujar Yusri.

    Kemudian, HS mengirimkan sms menang undian kepada nomor telepon yang didapat. Pelaku mengarahkan korban untuk menghubungi ke nomor WhatsApp atau klik link yang telah disiapkan. 

    Tautan itu ialah bit.ly.program_unlimited21. Dalam link itu, korban diberi petunjuk untuk mendapatkan hadiahnya. Terakhir, korban diminta mentransfer uang senilai Rp300 ribu. 

    "Setelah itu, dia mainkan lagi sampai orang terpengaruh untuk mentransfer lagi lebih dari itu. Ini kita mendapatkan korban ada yang mentransfer hingga jutaan rupiah," sebut Yusri. 

    Setelah menerima uang, pelaku U segera mengambil uang tersebut. Sehingga, saat pihak bank memblokir rekening, saldonya nol rupiah. 

    Polisi terus mendalami kasus ini. Terutama mengejar ada tidaknya pelaku dan korban lainnya.  Pelaku telah ditahan. Mereka dijerat Pasal 378, 372 KUHP, Pasal 3 dan Pasal 5 Undang-Undang (UU) RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    "Ancamannya cukup tinggi, bervariasi paling tinggi 20 tahun paling rendah empat tahun penjara," kata Yusri. 

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id