Kronologi Korupsi Pengurusan DAK Labuhanbatu Utara

    Fachri Audhia Hafiez - 10 November 2020 19:33 WIB
    Kronologi Korupsi Pengurusan DAK Labuhanbatu Utara
    Konferensi pers penetapan serta penahanan Bupati Labuhanbatu Utara dan Eks Wabendum PPP melalui akun YouTube KPK RI.
    Jakarta: Mantan Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah (KSS) alias Buyung dan Wakil Bendahara Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2016-2019 Puji Suhartono (PJH) menjadi tersangka kasus korupsi. Keduanya terlibat dalam pengurusan dana alokasi khusus (DAK) APBN Perubahan 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara.

    "Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencermati fakta-fakta yang berkembang sehingga ditemukan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pihak lain," kata Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, 10 November 2020.

    Kasus ini bermula pada 10 April 2017 ketika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Utara mengajukan DAK tahun anggaran (TA) 2018 melalui program e-planning. Permohonan dana sebesar Rp504,7 miliar.

    Baca: Bupati Labuhanbatu Utara dan Eks Wabendum PPP Tersangka Korupsi DAK

    Khairuddin memerintahkan Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Pemkab Labuhanbatu Utara Agusman Sinaga menemui sejumlah pejabat menghitung potensi anggaran yang bisa didapat. Salah satunya, Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.

    Agusman juga menemui mantan Kepala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Khusus Fisik Kementerian Keuangan, Rifa Surya. Yaya minta fee 2 persen dari DAK yang diterima. Pertemuan dilakukan antara Agusman, Yaya, dan Rifa di Jakarta untuk membahas DAK tersebut.

    Pada Juli 2017, Khairuddin melalui Agusman memberikan uang 80 ribu dolar Singapura (SGD) kepada Yaya dan Rifa. Setelah Kemenkeu mengumumkan Kota Labuhanbatu Utara memperoleh anggaran DAK TA 2018, Khairuddin kembali mengguyur Yaya dan Rifa SGD120 ribu.

    Pemberian uang terus berlanjut dengan nilai Rp400 juta, SGD90 ribu, dan Rp100 juta. Uang Rp100 juta ditransfer ke rekening Bank BCA atas nama Puji Suhartono.

    "Dugaan penerimaan uang oleh Tersangka PJH tersebut terkait pengurusan DAK pada APBN 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara," ujar Lili.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id