Kasus Suap Walkot Tanjungbalai Diperdalam Lewat Sekda

    Theofilus Ifan Sucipto - 07 Mei 2021 10:23 WIB
    Kasus Suap Walkot Tanjungbalai Diperdalam Lewat Sekda
    Plt juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri/Medcom



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Tanjungbalai Yusmada. Pemeriksaan terkait kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam penanganan perkara Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial.

    “Yang bersangkutan menjadi saksi untuk tersangka MS (pengacara, Maskur Husen),” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Jumat, 7 Mei 2021.

     



    Lembaga Antirasuah juga memanggil pegawai negeri sipil (PNS) selaku protokoler atas nama Darwansyah Merta Wijaya. Dia juga bersaksi untuk Maskur.

    Baca: KPK Dalami Kongkalikong Penyidik dan Pengacara di Kasus Tanjungbalai

    Selain itu, dua saksi lain juga akan diperiksa KPK. Yakni, seorang PNS atas nama Waris dan Ketua Lingkungan atas nama Abdul Rahim Sirait alias Tajam.

    “Mereka menjadi saksi untuk tersangka SRP (penyidik KPK Steppanus Robin Pattuju),” ujar Ali.

    Penyidik KPK asal Polri Stefanus Robin Pattuju, pengacara Maskur Husain, dan Syahrial menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam penanganan perkara di Tanjungbalai pada 2020 sampai 2021. Robin dan Maskur sudah ditaha. Sedangkan Syahrial baru ditahan pada Sabtu, 24 April 2021.
     
    Robin dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan Pasal 12 B atau Pasal 11  Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
     
    Sementara itu, Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999.

    Lembaga Antirasuah juga menyinggung nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Azis menjembatani pertemuan antara Robin dan Syahrial di rumah dinasnya di Jakarta Selatan.

    Azis mengenalkan Robin karena Syahrial sedang berperkara pada salah satu kasus korupsi yang ditangani KPK. Pertemuan itu dimaksudkan agar Robin menutup kasus yang menjerat Syahrial di KPK.

    (OJE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id