Bukan Hukuman Mati, Begini Cara Hapus Korupsi Versi Eks Ketua KPK

    Candra Yuri Nuralam - 21 Februari 2021 12:39 WIB
    Bukan Hukuman Mati, Begini Cara Hapus Korupsi Versi Eks Ketua KPK
    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. MI/Ramdani



    Jakarta: Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo meminta Indonesia mencontoh Singapura untuk menghukum pelaku rasuah. Hukuman mati bukan solusi untuk memberikan efek jera.

    "Kalau saya tepat apa yang dilakukan Singapura, hukuman koruptor itu bukan mati. Tapi, eksistensi sosialnya yang dimatikan," kata Agus dalam diskusi Chrosscheck by Medcom.id dengan tema Saat Kapolsek Yuni Pesta Sabu & Eks Menteri Korupsi, Minggu, 21 Februari 2021.




    Agus menilai mematikan eksistensi pelaku sosial bisa membuat para pejabat negara berpikir dua kali untuk melakukan rasuah. Pasalnya, hukuman itu bisa membuat para terpidana korupsi jatuh miskin.

    "Eksistensi sosial dari segala segi kehidupan. Sampai punya rekening saja tidak boleh, punya usaha tidak boleh," ujar Agus.

    Baca: Efek Hukuman Mati Koruptor Dinilai Ambigu

    Hukuman itu harus dibarengi dengan upaya pengembalian aset negara. Para pelaku korupsi wajib mengembalikan seluruh uang negara yang dicuri dengan menggunakan pasal pencucian uang.

    KPK dinilai perlu menelusuri semua aset milik koruptor untuk pengembalian harga kekayaan negara yang dicuri. Pasal pencucian uang ini dinilai perlu disematkan di semua kasus korupsi.

    "Setelah dikembalikan kerugian negaranya dari tuntutan kemudian eksistensinya juga dibikin bukan manusia lagi, enggak boleh punya rekening, saja enggak boleh punya usaha," tutur Agus.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id