Dinamika Internal Memengaruhi KPK dalam Menjerat Koruptor 'Elite'

    Fachri Audhia Hafiez - 29 November 2020 20:15 WIB
    Dinamika Internal Memengaruhi KPK dalam Menjerat Koruptor 'Elite'
    Ilustrasi Gedung KPK. Medcom/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Keberhasilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat koruptor dari kalangan pejabat tak terlepas dari dinamika yang terjadi di internal lembaga itu. Banyak variabel yang menentukan untuk mengeksekusi temuan kasus tersebut.

    "Saya melihat ada pengaruh dari bagaimana cara pandang penyidik kemudian sebagian pimpinan terhadap OTT (operasi tangkap tangan) dan penindakan itu," kata Ketua Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Oce Mardil dalam diskusi virtual bertajuk 'Evaluasi dan Prospek Hukum dan Demokrasi: Mungkinkah KPK Hidup Kembali?', Minggu, 29 November 2020.

    Oce menilai ada perbedaan pendapat di level pimpinan ketika KPK melakukan penindakan. Tetapi dinamika yang terjadi di internal, arah penindakan tampak mulai terlihat di samping pencegahan dengan bergulirnya OTT.

    Di samping itu, faktor tim penyidik juga tak bisa dikesampingkan. Oce meyakini banyak penyidik senior KPK lebih punya peran dalam mengungkap kasus besar.

    Dia mencontohkan keterlibatan Novel Baswedan yang menjadi tim penyidik mengungkap kasus dugaan korupsi. Novel terlibat dalam penyidikan kasus korupsi yang menjerat eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

    "Penyidik lama yang sepertinya punya peran yang juga sangat signifikan dalam  menentukan arah penindakan KPK ke depan," ujar Oce.

    Baca: Operasi Tangkap Tangan Dinilai Bukan Indikator Keberhasilan Pemberantasan Korupsi

    KPK dalam sepekan terakhir menangkap dua terduga korupsi di level pejabat kementerian dan kepala daerah. Keduanya adalah Edhy dan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna.

    Edhy terjerat kasus dugaan korupsi terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya pada 2020. Kemudian, Ajay diduga terlibat dugaan korupsi berupa penerimaan dan atau hadiah atau janji penyelenggara negara terkait perizinan di Kota Cimahi tahun anggaran (TA) 2018-2020.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id