Polisi Klaim Persuasif Amankan Demo Tolak UU Ciptaker

    Kautsar Widya Prabowo - 11 Oktober 2020 09:43 WIB
    Polisi Klaim Persuasif Amankan Demo Tolak UU Ciptaker
    Aksi unjuk rasa berujung ricuh di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Antara/Akbar Nugroho Gumay
    Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengeklaim kepolisian telah mengedepankan upaya persuasif dalam mengamankan unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Polisi telah mengingatkan pedemo agar tidak memicu kericuhan.

    "Ketika sudah waktunya, kita tepat ingatkan untuk aksi damai, namun tidak digubris kemudian ada aksi dorongan," ujar Nana di RS Polri, Jakarta Timur, Sabtu, 10 Oktober 2020.

    Nana menyebut perusakan fasilitas umum dilakukan oleh kelompok anarko. Kurang lebih sebanyak 25 bus dirusak dan 11 pos polisi dirusak dan dibakar.

    Dia menyakini setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui musyawarah untuk mencari mufakat. Tidak perlu melalui tindakan perusakan.

    "Saya yakin ada solusi mungkin ini masalah miskomunikasi saja," kata dia.

    Baca: Perbaikan Halte TransJakarta Rampung Akhir Tahun

    Sebanyak 1.192 orang ditangkap akibat merusuh saat demo menolak UU Ciptaker di DKI Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020. Mereka terdiri atas siswa sekolah teknik menengah (STM), mahasiswa, buruh, dan pengangguran.

    Sebanyak 285 orang kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Kerusuhan ini membuat 18 pos polisi rusak dan hangus terbakar. Kemudian, 20 halte bus TransJakarta juga dirusak dan dibakar.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id