comscore

Polisi: Doni Salmanan Pernah Main Kripto Tapi Kalah Melulu

Siti Yona Hukmana - 23 Maret 2022 14:50 WIB
Polisi: Doni Salmanan Pernah Main Kripto Tapi Kalah Melulu
Doni Salmanan (YouTube: Doni Salmanan)
Jakarta: Tersangka kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Quotex, Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan, disebut pernah meletakkan uangnya ke dalam investasi crypto (kripto). Namun, investasi pria kelahiran 1998 itu tidak pernah cuan.

"Si DS (Doni) main trading kripto, tapi kalah melulu," kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol saat dikonfirmasi, Rabu, 23 Maret 2022.
Reinhard menemukan dompet aset kripto milik Doni yang dikelola oleh dirinya sendiri. Namun, uang digital yang berada di dompet tersebut berkurang jauh dari nilai yang diinvestasikan Doni.

Baca: Polri Buka Layanan Pengaduan Kasus Robot Trading dan Binary Option

Dia enggan memerinci nilai keseluruhan uang yang diinvestasikan Doni dalam bentuk aset kripto. Reinhard hanya menyebutkan jumlahnya mencapai miliaran rupiah.

"Ada beberapa miliar, (nilainya) fluktuatif. Kami sudah cek, sisa ada Rp500 juta," ungkap Reinhard.

Kini, dompet kripto Doni itu sudah tak bisa diakses dan telah diblokir. Investasi Doni dalam wujud aset kripto tengah didalami apakah mengandung indikasi pencucian uang atau tidak.

"Masih kami selidiki lebih lanjut," ucap dia.

Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Quotex pada Selasa malam, 8 Maret 2022. Afiliator Quotex itu langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan.

Doni dijerat pasal berlapis. Dia disangkakan terkait judi online, penyebaran berita bohong (hoaks) melalui media elektronik, penipuan/perbuatan curang, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sesuai Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 28 ayat 1 UU ITE dan atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 3, 5 dan 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan TPPU. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.
 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id