comscore

Tersangka Baru Quotex Diyakini Terbongkar di Persidangan Doni Salmanan

Siti Yona Hukmana - 01 Juli 2022 08:51 WIB
Tersangka Baru Quotex Diyakini Terbongkar di Persidangan Doni Salmanan
Doni Salmanan. Medcom.id/Siti Yona
Jakarta: Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan masih menjadi tersangka tunggal dalam kasus investasi bodong trading binary option Quotex. Tersangka baru diyakini bisa terbongkar di persidangan pria asal Bandung, Jawa Barat itu. 

"Nanti kan bisa terungkap di persidangan," kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol saat dikonfirmasi, Jumat, 1 Juli 2022. 
Reinhard mengatakan tersangka baru itu nantinya terbongkar dari bukti-bukti yang terkuak di persidangan. Penyidik dipastikan akan langsung mengusut apabila terdapat fakta baru. 

"Sementara (tersangka) tunggal, nanti kalau ada bukti baru di persidangan atau itu nanti kita bisa itu kan (usut)," ujar dia. 

Doni Salmanan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung pada Senin, 4 Juli atau Selasa, 5 Juli 2022. Pelimpahan guna menjalani persidangan. 

Doni Salmanan menawarkan keuntungan melalui aplikasi trading binary option Quotex sekitar Maret 2021. Penawaran yang dilakukan melalui akun YouTube itu merugikan banyak korban.
 

Baca: Berkas Lengkap, Doni Salmanan Segera Disidang


Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa malam, 8 Maret 2022. Afiliator Quotex itu langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. 

Doni dijerat pasal berlapis. Pria kelahiran 1998 itu dipersangkakan terkait judi online, penyebaran berita bohong (hoaks) melalui media elektronik dan atau penipuan/perbuatan curang dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU). 

Sesuai Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 28 ayat 1 UU ITE dan atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 3, 5 dan 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan TPPU. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id