comscore

Azis Syamsuddin Mengaku Diancam Robin Pakai Artikel Berita

Candra Yuri Nuralam - 17 Januari 2022 14:02 WIB
Azis Syamsuddin Mengaku Diancam Robin Pakai Artikel Berita
Eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di Kantor KPK/Medcom.id/Candra Yuri
Jakarta: Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengaku diancam eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju menggunakan artikel berita. Ancaman itu terjadi saat Robin meminjam uang ke Azis.

"Saya tidak ingat persis ya, tapi perkiraan saya nih, dia (Robin) menakut-nakuti 'Pak ini bahaya Pak, dan kalau enggak ini bisa Bapak dipanggil (KPK), bisa Bapak segala macam'," kata Azis dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 17 Januari 2022.
Ancaman itu terjadi saat Robin mengunjungi rumah dinas Azis di Jakarta Selatan. Robin mencetak beberapa artikel berita untuk Azis saat itu. Ancaman itu diklaim sebagai cara Robin agar Azis meminjamkan uang kepadanya.

Dia mengaku tidak mengetahui pasti isi artikel berita itu karena hanya membacanya sekilas. Intinya, artikel itu memberitakan nama Azis disebut dalam perkara korupsi.

Baca: Diperiksa Sebagai Terdakwa, Hakim Ultimatum Azis Syamsuddin

"Macam-macam Pak, ada urusan perkara-perkara yang saya tidak ingin sebutkan Pak karena akan menyanjung pihak lain. Karena setiap perkara ada nama saya disebut Pak," ujar Azis.

Dia mengaku santai saat diancam Robin. Artikel yang dibawa Robin bahkan disebut tidak berbahaya untuknya.

"Saya enggak tahu Pak (Hakim), dia (Robin) yang ngomong bahaya, saya enggak merasa saya bahaya," ujar Azis.

Azis didakwa menyuap mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah tahun anggaran 2017.

KPK menyiapkan dua dakwaan ke Azis. Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada dakwaan kedua, Azis disangkakan melanggar Pasal 13 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id