comscore

Kejagung Dinilai Bakal Mudah Ungkap Mafia Proyek Satelit di Kemenhan

Candra Yuri Nuralam - 16 Januari 2022 15:38 WIB
Kejagung Dinilai Bakal Mudah Ungkap Mafia Proyek Satelit di Kemenhan
Kejaksaan Agung. Foto: MI
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) dinilai bakal mudah mengungkap sosok mafia dalam penyalahgunaan sejumlah kontrak satelit untuk slot orbit 123 Bujur Timur di Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Kejagung dianggap memiliki instrumen yang mumpuni untuk menangani kasus tersebut.

"Saya yakin Kejaksaan Agung sudah jelas melakukan rencana yang tidak akan mendapatkan kendala," kata Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman di Jakarta, Minggu, 16 Januari 2022.
Boyamin menduga mafia ini bisa menyasar oknum TNI. Pengusutan keterlibatan oknum TNI itu tidak akan terganggu mengingat Kejagung memiliki Jaksa Agung Muda Militer.

Jaksa Agung Muda Militer bisa mengusut dugaan itu dengan mudah. Jaksa Agung Muda Militer juga mudah berkoordinasi dengan POM TNI untuk mendalami kasus.

"Jadi, ini mestinya segera akan bisa dituntaskan proses penyidikan yang kalau perlu dengan sistem koneksitas bekerja sama dengan POM TNI," ujar Boyamin.

MAKI mendukung penuh pengusutan mafia dalam pengadaan satelit tersebut. MAKI juga bakal memantau ketat proses penyidikan kasus ini.

"Saya juga akan mengawal bagaimana proses ini supaya bisa cepat tertangani dan jika ditemukan dua alat bukti Kejaksaan Agung segera penetapan tersangka dan juga segera dibawa ke pengadilan," kata Boyamin.

Baca: Pemerintah Tegaskan Bakal Ungkap Kasus Proyek Satelit Sampai Tuntas

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menduga ada mafia dalam penyalahgunaan sejumlah kontrak satelit untuk slot orbit 123 Bujur Timur di Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Apalagi, kontrak pengadaan proyek ini tersusun rapi.
 
"Bisa juga kalau mafia itu diartikan satu kegiatan bersama yang diatur secara rapi untuk melakukan kecurangan dan atau kejahatan, ya itulah. Karena itu ada yang ngurus, ada orangnya, ada nama PT-nya yang dibuat," kata Mahfud dalam program Crosschek #From Home Medcom.id, Jumat, 14 Januari 2022.
 
Mahfud enggan berkomentar lebih jauh terkait dugaan praktik amis ini. Dia memastikan ihwal kasus ini akan dibeberkan Kejagung dalam waktu dekat.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id