• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

KPK Menghormati Vonis Zumi Zola

Juven Martua Sitompul - 07 Desember 2018 01:08 wib
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, yang menjatuhkan hukuman enam tahun penjara kepada Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola. Vonis Zumi Zola lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut KPK.

"Iya lebih ringan dari tuntutan kewenangan, itu tentu kewenangan hakim," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Febri mengatakan untuk saat ini, jaksa penuntut belum menentukan upaya banding atas putusan tersebut. Mengingat, jaksa KPK menuntut Zumi Zola dengan hukuman 8 tahun penjara.

"Ada waktu sebelum menentukan apakah menerima atau melakukan upaya hukum," ujarnya.

Terlepas dari upaya banding, kata Febri, KPK juga mengapresiasi putusan majelis hakim yang mencabut hak politik Zumi Zola. Hukuman pencabutan hak politik dinilai penting dilakukan untuk membuat jera para politikus lain agar tidak terlibat praktik rasuah.

"KPK berharap ini bisa menjadi standar di seluruh kasus korupsi yang melibatkan aktor politik," pungkasnya.

Baca: Zumi Zola Divonis Enam Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman enam tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsidair tiga bulan kurungan terhadap Gubernur nonaktif Zumi Zola. Hakim meyakini bahwa Zumi Zola terbukti bersalah menyuap anggota DPRD Jambi sebesar Rp16,34 miliar, termasuk menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha di Jambi.

Selain pidana pokok, hakim juga mengganjar pidana tambahan terhadap Zumi Zola. Hakim mencabut hak politikus PAN tersebut selama lima tahun ke depan setelah menjalani pidana pokok.




(DMR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.