Komisi III DPR Lanjutkan Seleksi Calon Hakim

    Al Abrar - 29 Agustus 2016 14:38 WIB
    Komisi III DPR Lanjutkan Seleksi Calon Hakim
    Marsidin Nawawi saat seleksi calon hakim ad hoc. Antara Foto/Puspa Perwitasari
    medcom.id, Jakarta: Komisi III DPR RI melanjutkan uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung dan calon hakim ad hoc tindak pidana korupsi. Ujian belum selesai, anggota Komisi Hukum sudah mengritisi kualitas calon hakim yang diajukan Komisi Yudisial (KY).
     
    Kamis 25 Agustus, anggota Komisi III sudah menguji calon hakim agung Setyawan Hartono serta calon hakim ad hoc Marsidin Namawi dan Dermawan Djamian. Sedangkan siang ini, anggota Komisi III Ruhut Sitompul menyebut ada empat calon hakim agung dan dua calon hakim ad hoc yang diuji.
     
    Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu terang-terangan mengatakan, beberapa calon hakim agung minim integritas. "Kami sangat kecewa dengan calon hakim agung yang dikirim KY. Saya melihat proses seleksi asal-asalan, karena calon hakim yang dikirim tidak ditelisik lebih dalam," ujar Masinton.
     
    Padahal, untuk memperbaiki kinerja Mahkamah Agung, lanjut Masinton, seharusnya Komisi Yudisial mengirimkan calon hakim yang kompeten dan memiliki integritas yang tinggi. Dia menilai, tim panitia seleksi calon hakim agung tidak mampu mencari calon yang bisa memperbaiki peradilan di negeri ini.
     
    "Hakim agung yang baru harus memiliki kapasitas sebagai pengambil keputusan tingkat akhir sebuah upaya hukum. Karena itu pengetahuan mengenai hukum wajib dimiliki dan tentunya tidak memiliki rekam jejak yang buruk," ujar dia.
     
    Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan, tujuh calon yang diajukan Komisi Yudisial bisa saja ditolak seluruhnya oleh DPR. Hal itu tergantung pada keputusan setiap fraksi.
     
    "Jika ketujuh calon ini tidak diloloskan oleh DPR maka KY harus mengajukan nama-nama baru untuk menjadi calon hakim agung. Saya kira pansel perlu melakukan seleksi yang lebih baik lagi untuk mendapatkan hakim yang berintegritas," kata Masinton.
     
    Lima calon hakim agung yang diuji adalah:

    1. Ibrahim (perdata)
    2. Panji Widagdo (perdata)
    3. Setyawan Hartono (perdata)
    4. Hidayat Manao (militer)
    5. Edi Riadi (agama)
     
    Dua calon hakim ad hoc:

    1. Dermawan S. Djamian
    2. Marsidin Nawawi

    (TRK)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id