106 Eks Narapidana Program Asimilasi Kembali Ditangkap

    Siti Yona Hukmana - 12 Mei 2020 14:08 WIB
    106 Eks Narapidana Program Asimilasi Kembali Ditangkap
    Ilustrasi penangkapan. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Lebih dari seratus eks narapidana kembali ditangkap setelah dibebaskan melalui program asimilasi bertambah. Mereka menjadi penjahat kambuhan begitu kembali ke masyarakat.

    "Sampai dengan hari ini terdapat 106 narapidana penerima asimilasi yang kembali melakukan tindak pidana," kata Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Mei 2020.

    Ratusan eks narapidana residivis itu tersebar di 19 Polda. Di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Polda Metro Jaya.

    "Terdapat 13 narapidana asimilasi di Jawa Tengah dan Sumatera Utara yang kembali melakukan tindak pidana, 11 narapidana asimilasi di Jawa Barat. Itu tiga daerah menunjukkan angka tertinggi pengulangan tindak pidana oleh narapidana asimilasi," ujar Ahmad.

    Kejahatan yang dilakukan para eks narapidana itu beragam. Kasus-kasus eks narapidana ini meliputi pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian dengan pemberatan (curat).

    "Penyalahgunaan narkoba, penganiayaan dan kasus pencabulan terhadap anak-anak," ucap dia.

    Baca: Target 2020, Kemenkumham Bakal Bebaskan 69 Ribu Napi

    Kemenkumham membebaskan 38 ribu narapidana. Hak asimilasi dan integrasi warga binaan diberikan untuk menyelamatkan mereka dari ancaman penyebaran virus korona (covid-19) di balik jeruji.

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengklaim program pemberian hak asimilasi dan integrasi kepada narapidana berjalan mulus. Dia menilai program tersebut tidak memberikan ancaman kepada negara.
     
    Ada yang bilang program ini gagal dan mengancam keamanan nasional. Saya rasa sebaliknya. Ini bukti koordinasi pengawasan berjalan baik," kata Yasonna di Jakarta, Senin, 13 April 2020.
     
    Yasonna mengatakan beberapa narpidana yang kembali berulah tidak berarti programnya gagal. Penegak hukum akan memberikan sanksi tegas kepada narapidana yang kembali berulah.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id