MA Bantah Istimewakan Terpidana Koruptor

    Fachri Audhia Hafiez - 21 September 2020 19:54 WIB
    MA Bantah Istimewakan Terpidana Koruptor
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Mahkamah Agung (MA) membantah kerap memberikan keringanan hukuman bagi terpidana yang mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK). MA ogah disebut melindungi para koruptor.

    "Janganlah kami (MA) dituding mengistimewakan terpidana korupsi dan tidak peka terhadap pemberantasan korupsi," kata juru bicara MA Andi Samsan Nganro di Jakarta, Senin, 21 September 2020.

    Menurut dia, PK upaya hukum luar biasa yang diatur undang-undang. PK diperuntukan kepada terpidana yang hukumannya sudah berkekuatan hukum tetap (BHT).

    Ia menyebut PK sebagai langkah hukum untuk memenuhi hak terpidana. PK juga berfungsi bila pada putusan perkara terdapat hal yang bertentangan.

    "Sebagaimana Pasal 263 ayat (2) KUHAP misalnya ada novum atau ada pertentangan dalam putusan atau antarputusan dalam perkara serupa dan terkait," ujar Andi.

    Menurut Andi, MA bukan lembaga penuntut. Namun, MA sebagai lembaga yang memberikan keadilan, termasuk terhadap terpidana.
     
     

    "Keadilan yang diterapkan adalah keadilan untuk semua yaitu keadilan bagi korban, keadilan bagi terdakwa atau terpidana, serta keadilan bagi negara dan masyarakat," ujar Andi.

    Andi mengeklaim PK terpidana korupsi yang dikabulkan lebih sedikit dibandingkan dengan yang ditolak. Namun, ia tak membeberkan jumlah perkara perkara tersebut.

    Baca: MA Sunat Masa Hukuman 20 Terpidana Korupsi Garapan KPK

    "Bila diteliti sebenarnya jumlah perkara PK yang ditolak jauh lebih banyak dibanding dengan yang dikabulkan," klaim Andi.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyesalkan putusan MA yang kerap mengabulkan PK terpidana korupsi. Lembaga Antikorupsi mencatat 20 terpidana korupsi yang ditangani KPK mendapatkan diskon hukuman. Mayoritas pengurangan masa hukuman hingga 3 tahun penjara.

    (OGI)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id