Pemulangan Narapidana Korupsi Tak Ada Urgensi

    Candra Yuri Nuralam - 05 April 2020 04:53 WIB
    Pemulangan Narapidana Korupsi Tak Ada Urgensi
    Ilustrasi remisi masa tahanan. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Rencana pemulangan narapidana korupsi di tengah wabah virus korona (covid-19) dinilai tidak tepat. Pemulangan narapidana korupsi hanya memperkeruh suasana saat ini.

    "Kalau bicara urgensi ya tidak tepat karena nampak memanfaatkan isu korona untuk dalih mengubah Peraturan Pemerintah," kata Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman kepada Medcom.id, Sabtu 4 April 2020.

    Menurut Boyamin, ide pemulangan koruptor ini bukan hal baru. Menkumham Yasonna Laoly hanya ingin mengembalikan hak asimilasi tahanan yang pernah ada pada undang-undang nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

    "Di situ terdapat aturan napi berhak asimilasi setelah menjalani separoh masa hukuman dan hak Bebas Bersyarat setelah menjalani dua per tiga hukuman," ujar Boyamin.

    Niatan Yasonna cukup baik dengan memberi peryaratan umur minimal 60 tahun bagi narapidana yang boleh dibebaskan. Jika melihat situasi sekarang, umur 60 tahun ke atas memang rawan terpapar virus korona.

    "Jadi ide Yasonna adalah sesuatu yang wajar dan masih pada kewenangannya karena berdasar aturan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 dan Yasona hanya merubah Peraturan Pemerintah yang menjadi kewenangan Presiden selaku atasan Yasona. Usulan Yasona bisa saja ditolak Presiden," tutur Boyamin.

    Dia menilai Yasonna hanya salah waktu mengumumkan keinginannya. Ide itu seharusnya dilakukan setelah kondisi wabah ini sedikit mereda atau setelah ada jaminan dari kebijakan pemerintah.

    Baca: Setnov dan Sederet Nama Koruptor yang Berpotensi Bebas

    Yasonna tengah mengusulkan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Sebanyak 300 napi korupsi yang berusia 60 tahun ke atas dan telah menjalani dua per tiga hukuman bisa dibebaskan bila revisi disetujui.

     



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id