10 Ribu Kasus Disidang Via Telekonferensi

    Candra Yuri Nuralam - 04 April 2020 08:51 WIB
    10 Ribu Kasus Disidang Via Telekonferensi
    Suasana sidang yang digelar dengan sistem telekonferensi di Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 1 April 2020. Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
    Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengebut penyelesaian perkara meski wabah virus korona (covid-19) mengancam Indonesia. Pekara-perkara terus dilimpahkan ke pengadilan.

    "Sampai dengan Jumat, 3 April 2020, tercatat sebanyak 10.517 perkara pidana telah dibawa ke persidangan secara online oleh jaksa dari 344 kejaksaan negeri (kejari)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiono di Jakarta, Jumat, 3 April 2020.

    Menurut dia, persidangan dijalankan menggunakan sistem konferensi video. Hal ini mampu meminimalisasi kontak langsung saat persidangan.

    Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Sunarta mengatakan sistem ini cukup membantu. Persidangan yang tertunda karena wabah bisa langsung dijalankan di meja hijau.

    "Saat dilaksanakan pertama tanggal 30 dan 31 Maret lalu baru tercatat 1.502 perkara yang disidangkan. Sisanya tujuh perkara pidana khusus. Kemudian tanggal 1, 2, dan 3 April hari ini sidang pengadilan dengan telekonferensi bertambah tujuh kali lipat. Mencapai 10.517 perkara," ujar Sunarta.

    Sunarta mengatakan sistem konferensi video ini bukan hanya dilakukan saat sidang. Saksi dan tersangka di Kejagung pun diperiksa dengan sistem ini guna perampungan berkas perkara.

    "Karena harus social distancing, saat penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik dilakukan dengan konferensi video. Termasuk saat memeriksa tersangka itu," tutur Sunarta.

    10 Ribu Kasus Disidang Via Telekonferensi
    Jaksa mengikuti sidang pidana jarak jauh di Kantor Kejaksaan Negeri Tangsel, Banten. Foto: Medcom.id/Farhan

    Baca: Sidang di Kejari Tangsel Dilakukan Secara Daring

    Jaksa Agung ST Burhanuddin bangga Indonesia bisa memikirkan sistem konferensi video untuk mengebut perkara di tengah wabah korona. Hal ini, kata dia, menjadi terobosan baru.

    "Di kala di belahan dunia lain banyak pengadilan ditutup, di Indonesia masih dapat dilaksanakan. Keberhasilan sidang ini telah saya laporkan ke Pak Presiden Joko Widodo," ujar Burhanuddin.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id