Adik Ipar Nurhadi Dipanggil KPK

    Candra Yuri Nuralam - 04 Agustus 2020 10:03 WIB
    Adik Ipar Nurhadi Dipanggil KPK
    Eks Sekretaris MA Nurhadi. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil pengacara Rahmat Santoso. Dia merupakan adik ipar mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman.

    "Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka NHD (Nurhadi)," kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Agustus 2020.

    Rahmat akan diperiksa terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA pada 2011 sampai 2016. Dia dinilai mengetahui seluk beluk rasuah Nurhadi.

    Selain Rahmat, KPK memanggil enam orang lain untuk membongkar rasuah ini. Mereka ialah pengacara Onggang; wiraswasta Yoga Dwi Hartiar; pihak swasta Calvin Pratama; dua pegawai negeri sipil (PNS) Panji Widagdo dan Sudrajad Dimyati; serta dosen Syamsul Ma'arif.

    Keenam orang itu juga berstatus sebagai saksi dalam kasus ini. Seluruh keterangan saksi yang dipanggil akan digunakan penyidik untuk memperkuat bukti korupsi Nurhadi.

    Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto, lewat menantunya, Rezky Herbiyono. Suap dimaksudkan untuk memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.

    Baca: KPK Selisik Asal Usul Tas Hermes Milik Menantu Nurhadi

    Selain itu, Nurhadi diduga mengantongi Rp12,9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Gratifikasi itu diduga terkait pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA serta permohonan perwalian.

    Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id