Lapas Dipenuhi Narapidana Narkoba

    Siti Yona Hukmana - 29 Juni 2020 18:34 WIB
    Lapas Dipenuhi Narapidana Narkoba
    Ilustrasi. Media Indonesia.
    Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H Laoly menyebut kelebihan penghuni masih terjadi di lembaga pemasyarakatan (lapas). Narapidana narkoba menjadi penghuni terbanyak.

    "Rata-rata pertumbuhan penghuni tahun ini kira-kira 27 ribu, yang paling banyak itu narkoba," kata Yasonna dalam diskusi daring bertema kebijakan Pembebasan Narapidana, Senin, 29 Juni 2020.

    Yasonna memerinci jumlah narapidana di 525 lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia. Sebanyak 103.513 narapidana tindak pidana umum (tipidum), narapidana tindak pidana korupsi 4.371, teroris 527, narkotika 119.341, illegal logging 197, tindak pidana pencucian uang (TPPU) 161 dan 315 narapidana human trafficking.

    "Jadi narkotika mendominasi isi daripada rutan kita. Aneh bahwa jumlah bandar dan kurir lebih banyak daripada jumlah pemakai," ucapnya.

    Yasonna mengatakan Indonesia perlu berbenah untuk menanggulangi kelebihan kapasitas di lapas tersebut. Hal utama yang perlu dilakukan, kata dia, merevisi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    Baca: 236 Eks Narapidana Penerima Asimilasi Berulah

    Aturan perundang-undangan itu dinilai memengaruhi pengambilan kebijakan dalam menangani tersangka para pemakai dan kurir. Tersangka kurir narkoba dikenakan hukuman lima tahun ke atas dan tidak mendapatkan remisi.

    "Akibatnya yang masuk besar, yang keluar sedikit maka kelebihan kapasitas terjadi. Ini persoalan fundamental yang kita hadapi. Kita mengeluarkan kebijakan hendaknya para pengguna itu ya direhabilitasi atau diletakkan di luar, ke keluarga atau pemerintah mengambil kebijakan untuk menangani di luar," kata dia.

    Yasonna meyakini kelebihan kapasitas membuat penjaga tahanan kewalahan. Hal itu terbukti dengan seringnya terungkap pengedaran narkotika di dalam lapas.

    "Maka kita sering kebobolan adanya masuk barang haram itu di dalam lapas," kata dia.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id