Balada Penangkapan Nurhadi

    Candra Yuri Nuralam - 02 Juni 2020 08:23 WIB
    Balada Penangkapan Nurhadi
    Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Antara/Sigid Kurniawan
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi yang buron sejak pertengahan Februari 2020. Nurhadi ditangkap di bilangan Jakarta Selatan bersama menantunya Riezky Herbiono.

    Selama buron empat bulan Nurhadi sempat dikabarkan berpindah-pindah tempat. KPK pun sempat diputar-putar saat mengejar Nurhadi.


    Terendus di Jakarta

    KPK pernah mengendus keberadaan Nurhadi di Jakarta. Keberadaannya sempat tercium ada di sekitaran Hang Lekir dan di Patal Senayan, Jakarta Selatan.

    Dua tempat itu merupakan kediaman Nurhadi. Namun, Nurhadi selalu tidak ditemukan saat KPK mengejar ke dua lokasi itu.

    Direktur Eksekutif Lokantaru Foundation Haris Azhar sempat menyebut dua lokasi yang menjadi pelarian Nurhadi di Jakarta dijaga dengan sangat ketat. KPK sempat mengultimatum siapapun yang berani menghalangi penangkapan Nurhadi di Jakarta.

    Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman juga meyakini Nurhadi sembunyi di apartemen di bilangan SCBD dan Jalan Senopati, Jakarta Selatan.

    Baca: Bukti Istri Nurhadi Beli Apartemen Diserahkan ke KPK


    Jejak terlacak di luar kota

    Penyidik KPK pernah menggeledah rumah mertua Nurhadi di Tulungagung, Jawa Timur, Rabu, 26 Februari 2020. Namun, penyidik tidak menemukan Nurhadi.

    KPK juga pernah mencari Nurhadi ke Surabaya usai menggeledah rumah Mertua Nurhadi. Tim mencari keberadaan Nurhadi di rumah adik ipar Nurhadi, Rahmat Santoso. Rahmat merupakan saudara istri Nurhadi, Tin Zuraida.

    Namun, KPK juga tidak menemukan Nurhadi di sana. Penyidik juga menggeledah firma hukum milik Rahmat Santoso di Surabaya. Beberapa dokumen dan alat komunikasi disita saat pencarian itu.

    Selain di Surabaya, keberadaan Nurhadi juga pernah terendus di sebuah villa pribadi di kawasan Bogor pada 9 Maret 2020. Penyidik menyita belasan motor dan sebuah mobil yang diduga milik salah satu tersangka dalam penggeledahan di kawasan Bogor ini.


    Terlihat di sebuah masjid

    Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane sempat menyebut keberadaan Nurhadi terlacak di lima masjid saat sedang salat Duha. Namun, Nurhadi berhasil melarikan diri saat hendak ditangkap.

    KPK memastikan info yang diberikan langsung dipastikan kebenarannya. Lembaga Antirasuah tak main-main dalam mengejar tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di MA itu.

    Kuasa Hukum mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Maqdir Ismail, senang mendengar kliennya dikabarkan terlihat beberapa kali di masjid. Hal ini mengingat saat itu sedang bulan suci Ramadan 1441 Hijriah.

    Baca: Pengacara Senang Dengar Nurhadi Terlacak di Masjid


    Jago sembunyi

    KPK pernah mengaku kesulitan mencari Nurhadi. Pasalnya, Nurhadi menghilangkan jejak dengan tidak menggunakan ponsel.

    "Jika seseorang menggunakan handphone itu sangat mudah sekali. Atau menggunakan media sosial aktif mudah sekali, faktanya kan tidak seperti itu," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu 18 Februari 2020.

    Ali mengakui trik itu membuat penyidik KPK keteteran mencari Nurhadi. Namun, dia menjamin pihaknya tak akan menyerah.
     

    Tukar uang Rp3 miliar seminggu

    MAKI lagi-lagi menginformasikan kegiatan rutin Nurhadi. Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu rutin merupiahkan dolar di Cikini dan Mampang setiap minggu.

    "Inisial money changer adalah V untuk yang di Cikini, dan M untuk yang di Mampang, seminggu menukarkan sekitar Rp3 miliar," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada Medcom.id, Sabtu 9 Mei 2020.

    Tersangka suap penanganan perkara di MA itu tak pernah menukarkan dolar sendirian. Dia menggunakan tangan menantunya, Rezky Herbiyono yang juga menjadi buronan KPK.

    Setiap menukar, minimal Nurhadi merupiahkan Rp1 miliar dan bertambah hingga Rp1,5 miliar saat menukar dolar pada akhir pekan. Dalam seminggu Nurhadi dua kali menukarkan dolar.

    Baca: Nurhadi Tukarkan Dolar Rp3 Miliar Setiap Minggu
     

    KPK pernah dituding zalim

    KPK pernah dituding zalim terhadap tersangka kasus dugaan suap dalam penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA), Hiendra Soenjoto. Pasalnya, pengurusan kerja sama bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Minihadro (PLTMH) dengan Rezky Herbiyono, menantu Nurhadi, murni masalah keperdataan.

    Namun, KPK tak gentar dengan tudingan itu. Hiendra diminta untuk buktikan kezaliman KPK. Lembaga Antikorupsi itu juga siap untuk buktikan bukti rasuah Hiendra.
     

    Epilog pelarian Nurhadi

    KPK akhirnya menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, di Jakarta Selatan. Keduanya ditangkap setelah masuk daftar pencarian orang (DPO) atau menjadi buron sejak pertengahan Februari 2020.

    "Apresiasi dan penghargaan kepada rekan-rekan penyidik dan unit terkait lainnya yang terus bekerja," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango melalui pesan singkat di Jakarta, Senin, 1 Juni 2020

    Nawawi masih enggan membeberkan informasi mendalam terkait penangkapan dua buronan itu. KPK akan melakukan konferensi pers penangkapan dua orang itu hari ini, Selasa 2 Juni 2020.

    Baca: KPK Tangkap Eks Sekretaris MA Nurhadi

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id