Nilai Aset Tersangka ASABRI yang Disita Mencapai Rp10,5 T

    Siti Yona Hukmana - 15 April 2021 18:28 WIB
    Nilai Aset Tersangka ASABRI yang Disita Mencapai Rp10,5 T
    Tersangka kasus ASABRI dibawa ke ruang tahanan, Senin, 1 Februari 2021. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung)  selesai menghitung nilai aset yang disita dari tersangka dugaan korupsi pengelolaan dana dan investasi pada PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Nilai aset itu mencapai Rp10,5 triliun.

    "Nilai itu sudah termasuk empat tambang yang disita penyidik," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah di kantornya, Kamis, 15 April 2021.






    Menurut dia, nominal aset bertambah Rp3 triliun dari penghitungan sebelumnya yang baru Rp7 triliun. Dia memastikan penyidik terus menelusuri dan menyita aset tersangka untuk mengembalikan kerugian negara di kasus ini yang mencapai Rp23,7 triliun. 

    Aset yang disita meliputi ribuan hektare tanah, empat tambang, puluhan kapal, bus, mobil mewah, lukisan emas, perhiasan, hingga unit apartemen. Penyidik juga terus mempercepat pemberkasan para tersangka. Namun, waktu pelimpahan berkas kepada jaksa penuntut umum (JPU) belum bisa dipastikan.

    Baca: Perintah Jaksa Agung ke Jampidsus: Tidak Ada Lagi Penumpukan Perkara

    Kejagung menetapkan sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi di PT ASABRI. Sebanyak dua di antaranya terdakwa kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya, yakni Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat.

    Sebanyak tujuh lainnya ialah Direktur Utama (Dirut) ASABRI periode 2011-Maret 2016, Adam Rachmat Damiri; Dirut ASABRI periode Maret 2016-Juli 2020, Sonny Widjaja; Direktur Keuangan ASABRI periode Oktober 2008-Juni 2014, Bachtiar Effendi; Direktur ASABRI periode 2013-2014 dan 2015-2019, Hari Setiono; Kepala Divisi Investasi ASABRI periode Juli 2012-Januari 2017, Ilham W Siregar; Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi; dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship, Jimmy Sutopo.

    Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Pada sangkaan subsider, mereka dikenakan Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id