Satgas: Pemalsu Alat Tes dan Mafia Karantina Harus Ditindak

    Antara - 29 April 2021 17:54 WIB
    Satgas: Pemalsu Alat Tes dan Mafia Karantina Harus Ditindak
    Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual, Selasa, 8 Desember 2020. Foto: Satgas Covid-19



    Jakarta: Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengecam pemalsuan alat tes antigen di Bandara Kualanamu, Sumatra Utara, dan mafia karantina di Bandara Soekarno-Hatta, Banten. Polisi didesak memproses hukum para pelaku.

    "Satgas sangat mendukung upaya kepolisian menindak tegas orang-orang yang terlibat dengan kasus ini," ucap Wiku dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis, 29 April 2021.






    Menurut dia, temuan kasus pemalsuan alat tes antigen amat memprihatinkan. Tindakan itu tidak dapat ditoleransi karena pelakunya sadar membahayakan nyawa orang lain.

    Satgas berharap pemalsuan ini menjadi temuan terakhir. Dia meminta penyedia alat tes antigen tidak bermain-main dengan nyawa manusia.

    Baca: Lestari Moerdijat: Usut Tuntas Mafia Karantina di Bandara Soetta

    Sementara itu, Wiku menilai praktik mafia karantina dilakukan individu tidak bertanggung jawab. Mereka sengaja mengancam keberlangsungan hidup orang banyak untuk kepentingan pribadi.

    Polres Bandara Soekarno-Hatta telah menetapkan lima warga India sebagai tersangka kasus karantina kesehatan. Sementara itu, empat warga negara Indonesia (WNI) menjadi tersangka calo karantina. 
     
    Modus mafia karantina ini mendampingi pengguna jasanya sejak tiba di Indonesia. Mereka membantu mengisi formulir hingga membawa kabur orang yang hendak diberangkatkan menuju lokasi karantina.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id