Bambang Widjojanto Nilai Keinginan Pimpinan KPK Ganti Mobil Tindakan Sesat

    Tri Subarkah - 16 Oktober 2020 15:26 WIB
    Bambang Widjojanto Nilai Keinginan Pimpinan KPK Ganti Mobil Tindakan Sesat
    Mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto. Medcom.id/Nur Azizah
    Jakart: Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengritisi pengadaan mobil dinas baru bagi pimpinan KPK. Anggaran pengadaan mobil baru telah disetujui DPR.

    "Tindakan ini sekaligus sesat paradigmatis. Sedari awal KPK diprofil dan dibangun dengan brand image sebagai lembaga yang efisien, efektif, dan menjunjung tinggi integritas dan kesederhanaan," kata Bambang saat dikonfirmasi, Jumat, 16 Okotber 2020.

    KPK menganggarkan pengadaan mobil dinas beserta mobil jemputan lain senilai Rp47,7 miliar. Aggaran untuk pembelian mobil dinas baru bagi Ketua KPK Firli Bahuri senilai Rp1,45 miliar.

    Sedangkan empat pimpinan lain mendapat anggaran Rp1 miliar. Mobil disebut dengan spesifikasi di atas 3.500 cc.

    "Mobil dengan cc tinggi tidak efisien dan efektif karena tidak berpengaruh langsung pada upaya percepatan dan peningkatan kualitas pemberantasan korupsi," ujar Bambang.

    (Baca: Saut Situmorang Cibir Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK)

    Ia menjelaskan dari sisi manajemen, KPK dibangun dengan single salary. Seluruh fasilitas telah disatukan menjadi komponen gaji. Seharusnya, tidak boleh ada pemberian lagi terhadap fasilitas kendaraan karena bersifat mubazir.

    "Dengan menerima pemberian mobil dinas, maka pimpinan KPK telah melakukan perbuatan tercela yang melanggar etik dan perilaku, karena menerima double pembiayaan dalam struktur gajinya," tegas Bambang.

    Mantan Komisioner KPK Laode Muhammad Syarif juga menyayangkan pengadaan mobil dinas baru. Pimpinan KPK dan seluruh jajaran mestinya berempati pada masyarakat miskin.

    Terlebih, saat ini Indonesia masih diterpa pandemi covid-19 yang mengakibatkan penambahan masyarakat miskin. Dia menuturkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) penambahan kemiskinan baru akibat covid-19 sebanyak 26,41 juta.

    "Sehingga kurang pantas untuk meminta fasilitas negara di saat masyarakat masih prihatin seperti sekarang," tegas Laode.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id