Alasan Polri Belum Menyerahkan Dua Polisi Penembak Laskar FPI ke Kejagung

    Media Indonesia.com, Yakub Pryatama Wijayaatmaja - 22 Juli 2021 12:21 WIB
    Alasan Polri Belum Menyerahkan Dua Polisi Penembak Laskar FPI ke Kejagung
    Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono (kanan). Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.



    Jakarta: Polri mengungkap alasan penyidik belum juga menyerahkan dua polisi yang menjadi tersangka unlawful killing atau penembakan di luar hukum terhadap empat mantan laskar Front Pembela Islam (FPI) ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Korps Bhayangkara masih mengoordinasikan lokasi sidang.

    "Belum (diserahkan). Masih dikoordinasikan tempat sidangnya, di Jawa Barat atau di Jakarta, mengingat saksi banyak di Jakarta" kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 22 Juli 2021.

     



    Argo berjanji bakal mengungkap identitas kedua polisi tersebut. "Nanti kalau sudah tahap dua tak kasih lengkap (identitas 2 polisi penembak laskar FPI)," tegas dia.

    Sebelumnya, dua peristiwa menewaskan enam pengikut Rizieq di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Desember 2020. Pertama, baku tembak antara polisi dan eks laskar Front Pembela Islam (FPI). Peristiwa ini mengakibatkan dua laskar khusus pengawal Rizieq tewas.

    Baca: Berkas Kasus Unlawfull Killing Pengikut Rizieq Dilimpahkan ke Kejaksaan Pekan Ini
     
    Peristiwa kedua, pemberian tindakan tegas dan terukur terhadap empat pengikut Rizieq lainnya. Tindakan ini diambil di dalam mobil saat pengikut Rizieq dibawa menuju Polda Metro Jaya.
     
    Keempat orang itu disebut melakukan perlawanan yang mengancam jiwa petugas. Namun, tindakan polisi tidak dibenarkan Komnas HAM. Polisi dinilai tidak berupaya mencegah semakin banyaknya jatuh korban jiwa atas insiden pembuntutan rombongan Rizieq tersebut.
     
    Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut ada dugaan unlawful killing oleh aparat kepolisian terhadap empat pengikut Rizieq itu. Ahmad meminta kasus dugaan pelanggaran HAM itu diproses hingga ke persidangan guna membuktikan indikasi yang disebut unlawful killing.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id