Waduh! Menkumham Blak-blakan Sebut Kepadatan Sel Jadi Cuan Sejumlah Oknum

    MetroTV - 11 Oktober 2021 06:00 WIB
    Waduh! Menkumham Blak-blakan Sebut Kepadatan Sel Jadi Cuan Sejumlah Oknum
    Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly berbicara soal main mata oknum petugas lapas dan narapidana dalam Kick Andy Double Check di Metro TV. Metro TV



    Jakarta: Rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakat (lapas) di Indonesia rata-rata sudah melebihi kapasitas karena banyaknya terpidana masuk sel. Hal ini membuat banyak pungutan liar memperjualbelikan kamar terjadi di lapas dan rutan.

    “Kenapa anda tidak mampu mengatasi persoalan ini?” tanya host Kick Andy Double Check, Andy F Noya, kepada Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly di Metro TV, 10 Oktober 2021.

     



    Yasonna mengatakan permasalahan ini sudah menjadi persoalan moral. Kementerian hukum dan HAM tak jarang menjatuhkan sanksi, mutasi, hingga membuka baju dinas di depan publik bagi petugas.

    Namun, hukuman yang bertujuan untuk membuat jera oknum dan petugas lain tetap tak manjur. Oknum petugas lapas cari cuan jual beli kamar kepada narapidana berduit tak kunjung hilang.

    “Kepadatan menyebabkan orang membuka ruang kepada narapidana membuka fasilitas,” ucap Yasonna.

    Baca: Diperas Rp5 Juta, Video Penganiayaan Napi Baru di Lapas Jember Viral
     
    Modus yang biasa dipakai petugas nakal ialah bermain mata dengan narapadina untuk pindah ke kamar yang lebih longgar. “Dulu di Jakarta itu sangat padat dan itu disenangi,” ucap Yasonna.

    Hal ini jadi sulit ditangkal karena sudah menjadi sifat  manusiawi untuk mencari kesenangan dan kebebasan. (Raja Alif Adhi Budoyo)

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id