Saksi Sebut Robin Bahas Kasus di Save House

    Candra Yuri Nuralam - 20 September 2021 14:52 WIB
    Saksi Sebut Robin Bahas Kasus di <i>Save House</i>
    Ilustrasi sidang di Pengadilan Tipikor. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.



    Jakarta: Saksi kasus dugaan suap penanganan perkara Rizky Cinde Awaliyah mengaku pernah mendengar mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju membahas kasus. Pembahasan kasus itu terjadi di lokasi yang diberi nama save house.

    "Dia (Robin) hanya bilang lagi urus kasus, tapi terkait pekerjaannya," kata Rizky di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 20 September 2021.

     



    Rizky tidak memerinci lebih jauh lokasi save house yang dimaksud. Namun, lokasinya dekat dengan Money Changer.

    Rizky juga menyebut tidak mengetahui lebih jauh masalah perkara yang dimaksud dalam percakapan Robin di save house. Dia mengira perbincangan itu normal karena Robin merupakan penyidik Lembaga Antikorupsi.

    "Robin bantu perkara saya tidak tahu siapa," kata Rizky.

    Rizky juga menyebut pernah mendengar ada penerimaan uang di save house. Namun, dia mengaku tidak tahu orang yang memberikan, nominal, dan waktu pastinya.

    Stepanus Robin Pattuju didakwa menerima uang suap Rp11 miliar dan US$36 ribu. Uang itu didapatkan dari lima perkara berbeda.

    Baca: Jaksa Ulik Cara Eks Penyidik Bikin Rekening Penampungan Uang Haram

    Robin beraksi sekitar Juli 2020-April 2021 dengan menerima uang di berbagai tempat. Uang suap pertama dalam dakwaan ada pada kasus jual beli jabatan di Tanjungbalai. Uang Rp1,695 miliar diberikan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial.

    Pemberian kedua dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan pihak swasta Aliza Gunadi. Jumlah uang yang diberikan mencapai Rp3,09 miliar. Robin juga menerima US$36 ribu dari dua orang itu.

    Ketiga, Robin diduga menerima uang dalam kasus penerimaan gratifikasi Rumah Sakit Bunda di Cimahi, Jawa Barat. Dalam kasus itu, Robin diduga menerima Rp507,39 juta dari Wali Kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad Priatna.

    Keempat, Robin diduga menerima uang dari Direktur Utama PT Tenjo Jaya Usman Effendi. Total uang yang diterima Robin sebanyak Rp525 juta.

    Terakhir, Robin diduga menerima uang Rp5,17 miliar dari mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Rita terjerat kasus gratifikasi dan pencucian uang di KPK.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id