comscore

Polisi Diminta Serius Tangani Kasus Penipuan Catut LLDIKTI Kemendikbudristek

Siti Yona Hukmana - 14 Januari 2022 20:31 WIB
Polisi Diminta Serius Tangani Kasus Penipuan Catut LLDIKTI Kemendikbudristek
Ilustrasi Medcom.id.
Jakarta: Polsek Metro Jatinegara diminta serius menangani kasus dugaan penipuan dengan modus mencatut Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Kemendikbudristek. Kasus itu tak kunjung naik penyidikan setelah berbulan-bulan.

"Kami berharap Polsek Jatinegara bisa menangani kasus ini dengan serius dan profesional," kata pengacara korban Marthin, Lambok YR Marbun, Jumat, 14 Januari 2022.
Kasus bermula dari kerja sama bisnis antara korban, Marthin, dengan terlapor EH. Kerja sama ini terkait pekerjaan pemasangan pendingin ruangan atau AC di LLDIKTI Wilayah III Jakarta. Keuntungan dari pemasangan ini disebut EH sebesar Rp23 juta, dan akan dibagi dua.

Syaratnya, Marthin harus menyerahkan modal investasi Rp131 juta lebih. Marthin yang percaya menyerahkan uang tersebut kepada EH.

"Saya percaya karena sebelumnya kerja sama sebelumnya tender filling cabinet LLDIKTI, setor modal sekitar Rp40 juta dan profit sekitar Rp6 juta. Itu yang bikin saya yakin," kata Marthin.

Namun, setelah pemasangan AC beres dan waktu pembayaran lewat hingga lima bulan, uang yang dijanjikan tak kunjung cair. Berbagai alasan dikemukakan EH. Hingga akhirnya diketahui bahwa proyek tersebut ternyata fiktif. Hal itu diketahui setelah Marthin memastikan langsung ke pihak LLDIKTI.

"Setelah saya cek ke pihak LLDIKTI Ibu Fika dan Ibu Riri, tender tersebut tidak ada. Termasuk tender filling cabinet yang awal, yang ternyata merupakan pancingan dari dia," kata Marthin.

Marthin meyebut komunikasimya dengan EH terputus setelah kedok terbongkar. Kendati diduga kuat melakukan penipuan, EH tak langsung dilaporkan ke polisi. Marthin mencoba menempuh jalur kekeluargaan dengan meminta EH membuat perjanjian tertulis untuk melunasi modal investasi tersebut.

"Dia janji uang dibayar setelah komisi dari ekspor ayam cair. Tapi meleset lagi janjinya. Saya cek ternyata proyek ekspor ayam itu tidak ada. Sehingga, dari situ saya berkesimpulan bahwa EH tak akan mampu membayar uang tersebut dan akhirnya saya laporkan ke polisi," ucap Marthin.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id