comscore

Robin Dituntut Sama dengan Juliari, KPK: Penghitungan Tuntutan Bukan dari Nilai Suap

Candra Yuri Nuralam - 21 Desember 2021 12:51 WIB
Robin Dituntut Sama dengan Juliari, KPK: Penghitungan Tuntutan Bukan dari Nilai Suap
Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Arga Sumantri
Jakarta: Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju membandingkan tuntutannya pidananya dengan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Robin menyebut penerimaan suapnya tidak sebanding dengan Juliari, tapi tuntutan pidana sama 12 tahun penjara.

KPK menegaskan pertimbangan tuntutan 12 tahun penjara sesuai tindakan Robin. Tuntutan hukuman tidak bisa dihitung dari total suap.
"Pertimbangan amar tuntutan pidana setiap perkara tentu tidak dapat disamakan satu dengan yang lainnya," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri kepada Medcom.id, Selasa, 21 Desember 2021.

Ali mengatakan jaksa menyusun tuntutan berdasarkan fakta persidangan. Fakta persidangan yang memberatkan dan meringankan diperhitungkan dalam menyusun tuntutan.

Dia menyebut selama persidangan itu jaksa menilai lebih banyak fakta yang memberatkan Robin ketimbang yang meringankan. Salah satunya, Robin diduga membela mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

"Terdakwa Stepanus Robin Pattuju di depan majelis hakim justru sebaliknya. Malah diduga sengaja menutupi peran dari pihak lain, dalam hal terdakwa Azis Syamsuddin," ujar Ali.

KPK berharap hakim memutus perkara dengan adil. Tuntutan jaksa terhadap Azis diharapkan dikabulkan.

"Kami berharap majelis hakim akan memutus perkara ini sebagaimana amar tuntutan tim jaksa," tutur Ali.

Sebelumnya, Stepanus Robin Pattuju memprotes tuntutan penjara 12 tahun dari jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Tanjungbalai. Robin membandingkan kasusnya dengan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

"Saya menerima uang Rp1,8 miliar, saya merasakan ketidakadilan jika dibandingkan dengan mantan Menteri Sosial (Juliari Peter Batubara) yang menerima suap Rp32 miliar yang juga dituntut 12 tahun penjara," kata Robin saat membacakan pledoinya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 20 Desember 2021.

Robin menilai jaksa tidak adil memberikan tuntutan. Pasalnya, hukuman penjara yang diminta jaksa ke Robin disamakan dengan Juliari yang telah menerima suap lebih besar darinya.

Robin dituntut 12 tahun penjara. Hukuman itu diyakini pantas karena diduga telah menerima suap dalam penanganan perkara di Tanjungbalai.

"Menuntut kepada terdakwa pidana penjara selama 12 tahun dan pidana denda sejumlah Rp500 juta subsider enam bulan penjara," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK Lie Putra Setiawan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 6 Desember 2021.

Jaksa juga menutut Robin membayar uang penggati Rp2,32 miliar. Uang wajib dibayar Robin dalam waktu sebulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Baca: Dituntut 12 Tahun Penjara, Stepanus Bandingkan Penerimaan Suapnya dengan Juliari Batubara
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id