Teroris Jamaah Islamiyah Bangun Koneksi ke Parpol

    Candra Yuri Nuralam - 16 Juli 2019 07:26 WIB
    Teroris Jamaah Islamiyah Bangun Koneksi ke Parpol
    Teroris. Ilustrasi: Medcom.id.
    Jakarta: Mabes Polri mengatakan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) tidak hanya mempunyai aliran dana yang kuat. JI diduga membangun koneksi kepada partai politik (parpol).

    "Bukan hanya parpol, dia sudah menggunakan pendekatan kepada semua lapisan masyarakat, baik mulai lapisan kelas bawah, kemudian para intelektual, dan sebagainya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019.

    Menurut dia, pentolan JI, PW, adalah seorang intelektual. PW mempunyai jalan dan pemikiran yang berbeda dengan pimpinan teroris lain yang lebih dominan menggunakan kekerasan.

    "Dia (PW) seorang insinyur. Dia seorang lulusan dari universitas ternama di Pulau Jawa, artinya konsep berpikirnya sudah yang komprehensif," ujar Dedi.

    Berdasarkan hasil penyidikan kepolisian, PW sudah tidak menggunakan metode konvensional dan serangan yang bersifat sporadis. PW cenderung bermain dengan cara aman.

    Pentolan kelompok teroris itu cenderung memanfaatkan koneksi dari masyarakat kalangan elite untuk memperbesar usahanya. Usaha itu yang kemudian dimanfaatkan untuk menghidupkan ekonomi kelompok JI.

    "Penguatan organisasi dulu, pembenahan basis ekonomi. Kalau itu sudah kuat basis ekonominya, organisasinya sudah kuat, diisi orang-orang dari hasil rekrutmennya dia itu orang-orang yang mungkin bagus, maka dia akan melakukan khilafah," tegas Dedi.

    Sebelumnya, polisi mengungkapkan PW memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk membiayai jaringan terorisnya. PW memiliki usaha perkebunan kelapa sawit di Kalimantan dan Sumatra. 

    "Perkebunan sawit itu menghasilkan uang untuk membiayai aksi, membiayai organisasi, dan membiayai gaji daripada pejabat atau orang di dalam struktur Jaringan JI," beber Dedi, Senin, 1 Juli 2019. 

    Dedi menuturkan pejabat di dalam struktur jaringan JI digaji Rp10 juta sampai Rp15 juta per bulan. Mereka aktif membangun ekonomi, merekrut peserta, dan membuat pelatihan untuk membangun khilafah di Indonesia. 

    PW pernah memberangkatkan enam kelompok anggotanya untuk pelatihan di Suriah. Dana yang dibutuhkan untuk keberangkatan tersebut diambil dari hasil perkebunan kelapa sawit. 

    Baca: Teroris 'Menyelundup' Lewat Politik

    Untuk itu, Polri membekuknya sebelum cita-cita kelompok JI terpenuhi. Saat ini, kepolisian masih mendalami lokasi perkebunan kelapa sawit serta perusahaan milik PW. 

    Selain menangkap PW, Densus 88 Antiteror Polri menangkap tersangka teroris berinisial MY, BS, A, dan BT. PW, MY dan BS ditangkap pada Sabtu, 29 Juni 2019, sekitar pukul 06.12 WIB, di sebuah hotel di Jalan Raya Kranggan Nomor 19, Jatiraden, Bekasi, Jawa Barat. 

    A ditangkap di Perumahan Griya Syariah, Blok G, Kebalen, Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 30 Juni 2019, sekitar pukul 11.45 WIB. Sementara itu, BT alias Haedar alias Feni alias Gani ditangkap di hari yang sama sekitar pukul 14.15 WIB di Pohijo, Sampung, Ponorogo, Jawa Timur. 



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id