Polisi Buru Pemasok Sabu ke Artis Agung Saga

    Siti Yona Hukmana - 16 April 2019 10:21 WIB
    Polisi Buru Pemasok Sabu ke Artis Agung Saga
    Ilustrasi--Medcom.id
    Jakarta: Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya terus menyelidiki kasus narkoba yang menjerat artis FTV Agung Saudaga alias Agung Saga. Pemasok narkoba ke artis itu tengah diintai polisi

    "Pengedar narkotika jenis sabu ke tersangka Agung Saga masih diburu," kata Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Donny Alexander kepada Medcom.id, di Jakarta, Selasa, 16 April 2019.

    Dony mengatakan, Agung Saga selama diperiksa kooperatif. Namun, Dony enggan membeberkan sosok pengedar tersebut. "Masih dilidik ya. Sejauh ini, Agung Saga kooperatif," ujar Dony.

    Polisi menangkap Agung Saga bersama rekannya Harry Nugraha di depan minimarket di Jalan Petogogan II, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa, 9 April 2018 pukul 02.00 WIB.  Kedua pelaku baru saja membeli sabu di daerah Bogor, Jawa Barat dan sempat menggunakan sabu itu di rest area.

    Baca: Artis FTV Agung Saudaga Positif Konsumsi Sabu

    Pada saat ditangkap, polisi menyita sejumlah barang bukti yakni sabu seberat 1,53 gram sisa pakai. Kemudian, dari hasil tes urine terhadap keduanya juga positif menggunakan narkoba.

    Agung dan Harry membeli sabu seharga Rp1,1 juta kepada seseorang yang hingga kini belum diketahui keberadaanya (DPO). Transaksi dilakukan dengan mentransfer uang, setelah itu pengedar menempel narkotika ke tiang listrik untuk kemudian diambil oleh kedua tersangka.

    Kasus ini pun menambah deretan panjang artis yang terjerat kasus narkoba. Awal Maret 2019, kepolisian menetapkan Vokalis Band Zivilia Zulkifli sebagai tersangka pengedar narkoba.
     
    "Zul ditangkap di salah satu apartemen di Jakarta Utara dengan barang bukti 9,54 kg sabu dan ekstasi sebanyak 24 ribu butir," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, Jumat, 8 Maret 2019.
     
    Menurut dia, pelantun lagu Aishiteru itu berperan sebagai pengedar sekaligus kurir narkoba. Zul diduga berada dalam jaringan internasional besar. "Zul bagian dari jaringan ini, jadi dia menerima dan membungkusnya. Kemudian dia mengirimkan kepada tujuannya, sabu dan ekstasi," terang jenderal bintang dua ini.

    Zul, kata dia, mengaku baru dua kali mengantar narkoba, pada 2018 dan 2019. Namun, kepolisian masih harus mendalami kasus ini. "Karena belum semua pelaku yang ditangkap, masih ada beberapa pelaku lain," ucap Irjen Gatot.
     
    Dalam aksinya, Zul bekerja sama dengan temannya MH alias Rian, 26; HR alias Andu, 28; dan perempuan berinisial D, 26. Jaringan bandar besar yang menggerakkan mereka juga masih diselidiki.
     
    Para tersangka ini dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana penjara 6 tahun hingga seumur hidup dan denda Rp1 milliar hingga Rp10 milliar.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id