comscore

KPK Masih Menganalisis Skandal Kardus Durian Cak Imin

Candra Yuri Nuralam - 13 Mei 2022 09:22 WIB
KPK Masih Menganalisis Skandal Kardus Durian Cak Imin
Ilustrasi Medcom.id.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan skandal kardus durian yang menyeret nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar tidak diabaikan. Lembaga Antikorupsi masih menganalisis kabar itu.

"Sampaikan analisis ini terus dilakukan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat, 13 Mei 2022.
Analisis juga dilakukan dengan mempelajari kasus sebelumnya. Semua bukti dipelajari ulang Komisi Antirasuah untuk mendapatkan titik terang dari kabar ini.

"Karena kita tahu ada beberapa putusan sebelumnya yang juga perlu kami kaji kembali," kata Ali.

Ali mengatakan KPK masih membutuhkan bukti tambahan untuk menaikkan skandal itu ke jenjang yang lebih serius. KPK tidak bisa sembarangan melakukan tindakan jika cuma mengantongi bukti yang sedikit.

"Kami patuh kepada aturan mekanisme bagaimana kemudian menetapkan seseorang sebagai tersangka," ujar Ali.

Baca: KPK Pelajari Kembali Skandal 'Kardus Durian' Cak Imin

Skandal kardus durian ini ramai menjadi perbincangan usai KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, I Nyoman Suisnaya, dan mantan Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi Program Kemenakertrans, Dadong Irbarelawan, pada Agustus 2011.

KPK menemukan uang Rp1,5 miliar yang dibungkus menggunakan kardus durian dalam penangkapan itu. Uang itu dikabarkan untuk Muhaimin Iskandar. Namun, Muhaimin Iskandar selalu membantah uang itu disiapkan untuknya.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id