comscore

Eks Bupati Lamteng Mustafa Bantah Ancam Azis Syamsuddin

Fachri Audhia Hafiez - 30 Desember 2021 17:40 WIB
Eks Bupati Lamteng Mustafa Bantah Ancam Azis Syamsuddin
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin saat persidangan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa membantah pernah mengancam mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Ancaman itu sempat diceritakan mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari.

"Tidak pernah, untuk apa saya mengancam?" kata Mustafa saat bersaksi untuk perkara Azis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Desember 2021.
Menurut Mustafa, ancaman itu ditafsirkan sendiri oleh Rita. Namun, dia mengakui pernah bertemu Rita di pengadilan.

Pertemuan itu tidak berlangsung lama. Mustafa membantah ada pembicaraan terkait dengan rencana istrinya mencalonkan diri sebagai Bupati Lamteng.

"Waktu itu pernah bertemu di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan di situ pertemuan tidak berlangsung lama. Karena dia lagi (mengajukan) peninjauan kembali (PK), saya lihat Rita orangnya baik dan saling mendoakan karena kita sama-sama lagi ada masalah. Cuma say hello saja," ujar Mustafa.

Baca: Eks Bupati Lamteng dan Mantan Walkot Tanjungbalai Jadi Saksi Sidang Azis Syamsuddin

Sebelumnya, Rita menjelaskan Mustafa pernah menitipkan pesan kepadanya ketika di pengadilan. Rita menjelaskan istri Mustafa mau mencalonkan diri sebagai bupati, tetapi kekurangan uang untuk pencalonan.

Mustafa ingin Golkar membantu kebutuhan pencalonan itu melalui Azis. Menurut Rita, Azis sempat menyampaikan sudah berusaha membantu istri Mustafa. Tetapi, elektabilitas istri Mustafa rendah, sehingga tidak dibantu melalui ketua umum Partai Golkar.

Menurut Rita, Mustafa sempat mengancam Azis bila tak membantunya. Mustafa mengancam membuka kasus yang berpotensi menjerat Azis di Lampung.

"Saya enggak tahu antara Mustafa dan Bang Azis ada kasus apa di Lampung. Saya malah mengabaikan kata-kata Mustafa pada waktu itu. Saya pikir dia cuma mengancam saja. Ancam-mengancam Bang Azis," ucap Rita.

Azis didakwa menyuap eks mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Stepanus Robin Pattuju, sebesar Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan DAK Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017.

KPK menyiapkan dua dakwaan ke Azis. Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada dakwaan kedua, Azis disangkakan melanggar Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id