Eks Direktur PT PN III Dituntut Lima Tahun Bui

    Fachri Audhia Hafiez - 13 Mei 2020 16:39 WIB
    Eks Direktur PT PN III Dituntut Lima Tahun Bui
    Ilustrasi. Medcom.id.
    Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut hukuman lima tahun penjara kepada eks Direktur Pemasaran PT Perkebunan Nusantara (PT PN) III I Kadek Kertha Laksana. Dia dinilai terbukti menerima suap terkait distribusi gula kristal putih.

    "Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa I Kadek Kertha Laksana bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata JPU KPK Zaenal Abidin dalam sidang virtual, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020.

    Kadek juga terancam pidana denda Rp200 juta. Denda tersebut bisa diganti dengan kurungan penjara selama empat bulan.

    Tuntutan tersebut mempertimbangkan sejumlah hal yang memberatkan dan meringankan hukuman. Hal-hal yang memberatkan yakni perbuatan Kadek tidak mendukung upaya pemerintah dan masyarakat yang sedang giat-giatnya memberantas tindak pidana korupsi.

    "Perbuatan terdakwa telah mencederai tatanan pengelolaan perusahaan yang baik (good corporate governance) pada badan usaha milik negara (BUMN) dalam penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme," ujar jaksa Zaenal.

    Sedangkan hal yang meringankan, Kadek berlaku sopan di depan persidangan. Kemudian belum pernah dihukum, merasa bersalah, dan menyesali perbuatannya.

    Baca: Eks Dirut PTPN III Dituntut 6 Tahun Penjara

    Kadek bersama Direktur Utama PT PN III Dolly Parlagutan diyakini terbukti menerima suap SGD345 atau setara Rp3,55 miliar terkait distribusi gula kristal putih. Fulus tersebut berasal dari Direktur Utama PT Fajar Mulia Transindo sekaligus penasihat PT Citra Gemini Mulia Pieko Nyotosetiadi.

    Suap dilakukan agar Dolly dan Kadek memberikan long term contract (LTC) kepada Pieko atas pembelian gula kristal putih yang diproduksi petani gula dan PT PN di seluruh Indonesia. Distribusi gula diakomodasi melalui PT PN III holding perkebunan.

    LTC merupakan kontrak jangka panjang yang mewajibkan konsmen membeli gula ke PT PN III dengan ikatan perjanjian. Penjual menentukan harga setiap bulan. Hal ini guna mencegah permainan dari pembeli yang hanya membeli gula saat harga murah.

    "Terdakwa adalah seorang yang sehat jasmani dan rohani, mempunyai kemampuan untuk menginsafi hakikat dari tindakan yang dilakukannya serta dapat menentukan kehendak sendiri atas tindakannya apakah akan dilaksanakan atau tidak. Sehingga Terdakwa memiliki kemampuan untuk mempertangungjawabkan perbuatannya secara hukum," tegas jaksa.

    Kadek diyakini terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id