Ombudsman Temukan Potensi Malaadministrasi Rumah Benda Sitaan Negara

    Fachri Audhia Hafiez - 06 Agustus 2020 08:17 WIB
    Ombudsman Temukan Potensi Malaadministrasi Rumah Benda Sitaan Negara
    Barang sitaan di Rupbasan Cipinang, Jakarta Timur, Cipinang, Jakarta Timur, Selasa, 12 April 2016. Foto: MI/Atet Dwi
    Jakarta: Ombudsman menemukan potensi masalah pada penyelenggaraan, penyimpanan, dan pemeliharaan barang pada rumah penyimpanan benda sitaan negara (rupbasan). Salah satunya, belum terbentuknya standardisasi pengelolaan.

    "Temuan tersebut berpotensi menimbulkan tindakan malaadministrasi berupa penyimpangan prosedur," kata anggota Ombudsman Adrianus Meliala dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2020.

    Temuan itu berdasarkan observasi Ombudsman pada empat lokasi, yakni Rupbasan Kelas I Serang, Rupbasan Kelasi I Jambi, Rupbasan Kelas I Jakarta Barat, dan Rupbasan Kelasi I Bandung. Ketiadaan standardisasi membuat banyak benda sitaan terbengkalai. 

    Koordinasi dengan instansi penegak hukum terkait pengelolaan dan status barang juga belum optimal. Ombudsman menyarankan standardisasi penataan dan pengelolaan benda sitaan negara dibuat sesuai Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 16 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengelolaan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara pada Rupbasan. 

    Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM dinilai perlu meningkatkan tenaga fungsional penilai dan peneliti rupbasan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggelar pendidikan dan pelatihan secara berjenjang.

    Baca: KPK Benarkan tak Semua Barang Sitaan Diserahkan ke Rupbasan

    "Juga meningkatkan koordinasi dengan instansi penegak hukum, meningkatkan sarana dan prasarana sesuai dengan standar kualifikasi benda sitaan negara," ujar Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia itu.

    Di samping itu, Adrianus menyebut rancangan undang-undang (RUU) tentang tata kelola benda sitaan dan barang rampasan negara perlu dibentuk. Komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait guna menegaskan kejelasan status kelembagaan rupbasan juga mesti digalakkan.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id