Kejagung Mengulik Peran Benny Tjokro dalam Kasus Jiwasraya

    Kautsar Widya Prabowo - 11 Februari 2020 10:25 WIB
    Kejagung Mengulik Peran Benny Tjokro dalam Kasus Jiwasraya
    Gedung Kejaksaan Agung. Foto: MI/Pius Erlangga
    Jakarta: Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami keterangan Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro, terkait kerja sama yang dijalin dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Benny berdalih Hanson International tidak menjual saham ke Jiwasraya.

    "Mungkin ada kerja sama dalam bentuk lain (selain penjualan), dan itu tugas tim penyidik untuk menemukan. Kalau hanya menjual, ya mana ada salah orang menjual," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono Kompleks Jagung, Jakarta Selatan, Senin, 10 Februari 2020. 

    Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, mengatakan penyidik meminta penjelasan Benny soal pencocokan aset milikinya. Diduga ada kerja sama antara Benny dan Presiden Komisaris dari PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat terkait jual beli saham yang menyebabkan Jiwasraya terus merugi hingga Rp13,7 triliun. 

    "Pencocokan benar apa enggak asetnya. Posisinya Benny punya kerja sama dengan Heru Hidayat (apa tidak)," ujar Febri. 

    Kejagung Mengulik Peran Benny Tjokro dalam Kasus Jiwasraya
    Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro. Foto: Medcom.id/Arif

    Kejagung menetapkan enam tersangka terkait kasus dugaan korupsi di Jiwasraya. Mereka ialah Benny, Heru, Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. 

    Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Benny dan Heru juga dikenakan Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id