Jaksa Agung: Persidangan Pidana Melalui Zoom Berpotensi Diretas

    Fachri Audhia Hafiez - 13 Juli 2020 16:39 WIB
    Jaksa Agung: Persidangan Pidana Melalui Zoom Berpotensi Diretas
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut pelaksanaan persidangan pidana secara daring atau online berpotensi diretas. Ini menjadi salah satu catatan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam pelaksanaan sidang selama pandemi covid-19.

    "Pengguna aplikasi Zoom menimbulkan potensi diretasnya data serta penggunaannya," kata Burhanuddin dalam diskusi virtual bertajuk 'Sistem Peradilan Pidana di Masa Kahar', Senin, 13 Juli 2020.

    Burhanuddin juga menilai penggunaan aplikasi zoom membutuhkan kesabaran bagi berbagai pihak. Sebab, tidak semua pengadilan memiliki ruangan khusus untuk melaksanakan persidangan daring.

    Jadwal persidangan kerap terganggu lantaran setiap pihak yang berperkara, mesti memastikan semua komponen untuk digunakan saat sidang dapat terkoneksi dengan baik. Jaringan internet yang lambat di luar daerah juga kerap menjadi persoalan selama sidang.

    "Tidak semua daerah memiliki konektivitas internet yang stabil, terutama daerah kepulauan. Sehingga kelancaran sidang terkadang terganggu," ujar Burhanuddin.

    Secara fisiologis, kata Burhanuddin, persidangan daring dapat memengaruhi proses pembuktian. Sebab, terdakwa tidak dapat dihadapkan langsung.

    Baca: Advokat Merasa Dirugikan dengan Persidangan Daring

    Kendala itu dinilai menyulitkan penuntut umum, hakim maupun penasihat hukum dalam menggali fakta melalui pertanyaan-pertanyaan kepada terdakwa. Termasuk barang bukti yang seringkali tidak dapat diakses secara jelas dalam proses pembuktian.

    Burhanuddin mendorong diterbitkannya aturan mengenai standarisasi persidangan daring atau online. Sebab, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak mengakomodasi pemeriksaan persidangan melalui daring.

    Dia berharap standarisasi itu diterbitkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) KUHAP. "Kejaksaan mendorong untuk mengembangkan pelaksanaan persidangan secara online dengan menyiapkan standarisasi persidangan online dalam keadaan bencana," ujar Burhanuddin.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id