Takut Ditembak, Pelaku Begal Sepeda Marinir Menyerahkan Diri

    Christian - 11 November 2020 20:54 WIB
    Takut Ditembak, Pelaku Begal Sepeda Marinir Menyerahkan Diri
    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Yusri Yunus berikan keterangan terkait kasus begal/Medcom.id/Crhistian.
    Jakarta: RA pelaku begal sepeda marinir di kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Pusat, Senin 9 November 2020. Kedua rekannya,  RH dan RY telah ditangkap terlebih dahulu.

    "Takut saya, apalagi kawan saya sebelumya ditembak pas penangkapan," ucap RA saat diwawancarai di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu 11 November 2020. 

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Yusri Yunus mengatakan tersisa satu pelaku begal sepeda marinir yang belum tertangkap. Pelaku dengan inisial NK saat ini masih diburu pihak kepolisian guna mempertanggungjawabkan perbuatan kejahatan. 

    "Kita sudah tahu identitasnya. Kelompok ini sudah 7 kali lakukan tindakan kejahatan," ucap Yusri.

    Yusri juga meminta kepada NK segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, baik ke polsek, polres maupun Polda Metro Jaya. Para pelaku merupakan satu jaringan dan saling kenal.

    Baca:  Identitas 2 Pembegal Kolonel Marinir Teridentifikasi, Tinggal Diciduk

    "Kalau yang menyerahkan diri ini RA perannya sebagai pengintai situasi," kata Yusri.

    Para pelaku dikenakan Pasal 363 Jo 53 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sebanyak dua dari empat pelaku pembegalan anggota TNI Kolonel Marinir, Pangestu Widiatmoko, ditangkap jajaran Polres Metro Jakarta Pusat. Mereka adalah RH, 32, dan RY, 39, warga Jakarta Pusat.

    Informasi yang dihimpun di lapangan, dua pelaku merupakan warga Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat. Keduanya ditembak lantaran melawan petugas saat hendak ditangkap.

    Kolonel Marinir, Pangestu Widiatmoko menjadi korban begal saat bersepeda di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 26 Oktober 2020, pukul 06.45 WIB. Pelaku yang mengendarai sepeda motor mencoba mengambil tas Pangestu.

    Namun, Marinir itu refleks mempertahankan tasnya. Respons cepat tersebut membuatnya terjatuh dari sepeda dan mengalami luka robek di pelipis kiri dan memar di kepala bagian belakang. Pangestu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Angkatan Laut untuk menjalani perawatan.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id