Polri Berkelit Dituding Sewenang-wenang Tangkap Mahasiswa Papua

    Juven Martua Sitompul - 19 November 2019 20:12 WIB
    Polri Berkelit Dituding Sewenang-wenang Tangkap Mahasiswa Papua
    Karo Penmas Divisi Humas Polri Kombes Argo Yuwono. Foto: MI/Bary Fathahillah
    Jakarta: Polri berkelit dituding bertindakan sewenang-wenang dalam menyelidiki kasus dugaan makar yang melibatkan beberapa mahasiswa asal Papua. Penangkapan dua mahasiswa Papua, Charles Kossay, dan Dano Tabuni, di asramanya, kawasan Depok, Jawa Barat, diklaim sesuai prosedur.

    “Polisi sudah sesuai prosedur dalam melakukan penangkapan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Kombes Argo Yuwono kepada Medcom.id, Jakarta, Selasa, 19 November 2019.

    Petugas menangkap sejumlah mahasiswa Papua karena berkas penyidikannya telah lengkap atau tahap dua. Pihak yang tak menerima tindakan petugas dipersilakan menyampaikan keberatannya di pengadilan.

    “Berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa dan sudah tahap II, silahkan diuji di sidang pengadilan,” pungkasnya.

    Polisi sebelumnya dituding sewenang-wenang melakukan penyelidikan kasus dugaan makar yang melibatkan beberapa mahasiswa asal Papua. Aparat tidak menunjukkan surat penangkapan saat mencokok Charles dan Dano.

    Polisi hanya membacakan surat penangkapan saat akan membawa Charles dan Dano. Aparat juga masuk ke dalam asrama dengan menodongkan senjata api ke arah penghuni.

    Berbagai pihak juga menyesalkan penggeledahan yang dilakukan aparat tanpa dihadiri dua orang saksi dari perwakilan rukun tetangga (RT)/rukun warga (RW) setempat. Tindakan aparat tersebut melanggar Pasal 33 ayat 4 KUHAP yakni setiap kali memasuki rumah harus disaksikan oleh kepala desa atau ketua lingkungan dengan dua orang saksi dalam hal tersangka atau penghuni menolak atau tidak hadir.

    Polisi juga dinilai terlalu terburu-buru dalam menetapkan Charles dan Dano sebagai tersangka. Keduanya dijerat selang dua hari sejak laporan polisi (LP) diterima.

    Penetapan tersangka seharusnya melalui beberapa proses. Proses itu diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 Juncto Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.

    Misalnya, Charles dan Dano terlebih dahulu dipanggil sebagai saksi. Selanjutnya, keduanya diperiksa sebagai saksi dan dilakukan gelar perkara hingga statusnya dinaikkan menjadi tersangka.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id