Saksi Sebut Kiai Asep Pernah Hubungi Romy

    Kautsar Widya Prabowo - 16 Desember 2019 17:28 WIB
    Saksi Sebut Kiai Asep Pernah Hubungi Romy
    Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Kiai Asep Saifuddin Chalim. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul
    Jakarta: Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Kiai Asep Saifuddin Chalim, disebut pernah menghubungi eks Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romy). Saksi bernama Ulfah Masfufah mengaku dirinya yang memberikan nomor Romy kepada salah satu tokoh PPP tersebut. 

    "Kiai Asep bicara dengan saya, `mohon untuk berbicara dengan Mas Romy`, karena saya punya nomor Mas Romy, tolong dihubungkan," kata Ulfah saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 16 Desember 2019.

    Ulfah mengaku sebagai santri Kiai Asep sekaligus saudara Romy. Ulfah bercerita, ketika itu dirinya dan Kiai Asep sama-sama sedang melaksanakan ibadah umrah. Saat berada di restoran salah satu hotel di Madinah, Kiai Asep meminta nomor kontak Romy kepada Ulfah. 

    Tanpa pikir panjang, saksi yang berprofesi sebagai dokter gigi itu memberikan nomor pribadi Romy. Namun, Ulfah mengaku tidak tahu isi pembicaraan Kiai Asep dengan Romy. 

    "Saya enggak berani nanya. Karena tidak etis santri tanya kepada kiainya," tuturnya.

    Nama Kiai Asep sempat diseret oleh Romy. Terdakwa kasus suap pengisian jabatan di Kakanwil Kemenag Jatim itu menyebut Kiai Asep menjadi salah satu pihak yang merekomendasikan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. Selain Kiai Asep, kata Romy, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga turut merekomendasikan nama Haris. 

    "Memang dari awal saya menerima aspirasi itu dari ulama seorang kiai. Kiai Asep Saifuddin Chalim yang dia adalah seorang pimpinan ponpes (pondok pesantren) besar di sana dan kemudian Ibu Khofifah Indar Parawansa," kata Romy di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 22 Maret 2019.

    Saat bersaksi untuk terdakwa Haris, Rommy juga menyebut Kiai Asep pernah menghubungi dirinya untuk menanyakan perkembangan pencalonan Haris pada 7 Januari 2019.

    Dalam kasus ini, Romi didakwa menerima suap Rp325 juta dari eks Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin, dan Muafaq Wirahadi, Rp91,4 juta. Perbuatan itu bertentangan dengan posisinya sebagai anggota DPR periode 2014-2019 atau selaku penyelenggara negara.
     
    Suap diterima Romi secara bertahap dari Januari-Maret 2019. Perbuatan rasuah ini diduga dilakukan bersama-sama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pengangkatan jabatan Haris sebagai kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.
     
    Romi didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id