Pelabelan KKB Momentum Pengesahan Perpres TNI Tangani Terorisme

    Anggi Tondi Martaon - 08 Mei 2021 22:48 WIB
    Pelabelan KKB Momentum Pengesahan Perpres TNI Tangani Terorisme
    Ilustrasi sejumlah personel TNI bersiap mengikuti upacara penerimaan pasukan setibanya di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 15 Agustus 2020. Foto: Antara/Mohamad Hamzah



    Jakarta: Pelabelan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua dianggap menjadi momentum pengesahan peraturan presiden (perpres) soal pelibatan TNI menangani terorisme. Aturan itu belum disahkan, meski sudah lama disusun pemerintah.

    "Saya kira ini saat yang tepat untuk melakukan penandatanganan itu," kata pengamat teroris dari Universitas Indonesia Ridlwan Habib dalam program Newsmaker Medcom.id, Sabtu, 8 Mei 2021.

     



    Menurut dia, perpres tersebut sangat dibutuhkan. Pasalnya, penanganan KKB perlu tenaga ekstra. Mereka diuntungkan oleh kondisi geografis Papua.

    Baca: KKB Kembali Berulah di Ilaga, Tak Ada Korban Jiwa

    Tenaga TNI sangat diperlukan dalam menindak KKB. Hanya angkatan bersenjata itu yang dianggap mampu menyeimbangi keunggulan geografis KKB tersebut.

    "Meski mereka (Detasemen Khusus 88) ada sebagian yang memang dilatih dalam perang vegetasi dalam, tetapi keterampilannya tentu masih lebih tinggi TNI ya," ungkap dia.

    Tanpa perpres, kata Ridlwan, keberadaan TNI di Papua menangani KKB bakal dipermasalahkan. Selama ini, keberadaan TNI hanya bersifat bantuan. 

    "Ya namanya perbantuan ya kalau diminta datang, kalau enggak ya enggak datang. Kan gitu," ujar dia.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id